Show simple item record

dc.contributor.advisorBerliani, Kaniwa
dc.contributor.advisorKuswanda, Wanda
dc.contributor.authorMalau, Olyvia Setiawaty br.
dc.date.accessioned2020-02-03T03:17:16Z
dc.date.available2020-02-03T03:17:16Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/23395
dc.description77 Halamanen_US
dc.description.abstractPerilaku makan merupakan suatu kegiatan atau tanggapan pada suatu individu gajah mulai dari mencari, mengolah, mengunyah dan menelan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan gajah sumatera (Elephas maximus-sumatranus) dan jenis tumbuhan pakan alami gajah sumatera. Objek utama pada penelitian ini yaitu seekor gajah jantan (Figo) dan seekor gajah betina (Vini). Metode yang digunakan yaitu metode focal animal sampling dan eksplorasi. Lokasi penelitian ini dibedakan berdasarkan daerah penggembalaannya yaitu, hutan dominan pinus, hutan sekunder dan lahan terbuka. Pengamatan selama 72 jam pada kedua ekor gajah memperoleh titik sampel sebanyak 2564 dengan total durasi 2520 menit. Perilaku yang terjadi pada saat perilaku makan di KHDTK yaitu membersihkan pakan dengan belalai, menginjak pakan dengan kaki, mematahkan pakan dengan kaki, menarik pakan dengan belalai dan memasukkan pakan kedalam mulut. Perilaku yang paling sering terlihat yaitu menarik pakan dengan belalai 47,87% pada gajah Figo dan 49,40% pada gajah Vini. Akan tetapi, perilaku mematahkan pakan dengan kaki jarang terlihat dilakukan kedua ekor gajah yaitu 1,17% pada gajah Figo dan 0% pada gajah Vini. Jenis tumbuhan yang dikonsumsi gajah di peroleh 22 jenis dari 15 Famili, antara lain Arenga pinnata (aren), Daemonorops draco (rotan), Elaeis guinensis (kelapa sawit), Centella asiatica (pegagan), Impatiens walleriana (pacar air), Cyperus rotundus (rumput teki ladang), Shorea leprosula (meranti), Dryopteris filix-mas (Paku), Leucaena leucocephala (lamtoro), Durio zibethinus (durian), Hibiscus tiliaceus (waru), Medinilla magnifica (parijoto), Clidemia hirta (harendong bulu), Ficus racemosa (loa), Mimosa invisa (putri malu), Pandanus tectorius (pandan duri), Piper betle (sirih), Eleusine indica (rumput belulang), Gigantochloa apus (bambu), Lopatherum gracille (rumput bamboo), Meganthyrsus maximus (rumput benggala) dan Pennisetum purpureum (rumput gajah). Pada penelitian ini diperoleh nilai indeks similaritas perbandingan antara hutan dominan pinus dan hutan sekunder sebesar 82%, hutan dominan pinus dan lahan terbuka sebesar 83%, hutan sekunder dan lahan terbuka sebesar 87%.en_US
dc.description.abstractFeeding behavior is an activity or response to an individual elephant starting from browsing, processing, chewing and swallowing food. This study aims to determine the feeding behavior of Sumatran elephants (Elephas maximus-sumatranus) and natural feeds of Sumatran elephants. The main objects in this study are a male elephant (Figo) and a female elephant (Vini). Research methods used in this study are focal animal sampling and exploratory survey. Research on feeding behaviour is classified based on three grazing areas namely, pine dominant forest, secondary forest and forest remnant. Observation for 72 hr obtained 2564 sample points with a total duration of 2520 min. Observable feeding behaviorsby Sumatran elephants in KHDTK are cleaning feed with trunk, stepping on feed with foot, crushing feed with foot, pulling feed with trunk and feeding into the mouth. The most frequent behavior is pulling feed with trunk with percentage of 47,87% for Figo and 49,40% for Vini. However, crushing feed with foot is less likely observed with percentage of 1,17% for Figo and 0% for Vini. Twenty-two plant species consumed by elephants were classified into 15 Families, including Arenga pinnata (sugar palm), Daemonorops draco (rattan), Elaeis guinensis (oil palm), Centella asiatica (pegagan), Impatiens walleriana (pacar air), Cyperus rotundus (teki grass), Shorea leprosula (meranti), Dryopteris filix-mas (paku), Leucaena leucocephala (lamtoro), Durio zibethinus (durian), Hibiscus tiliaceus (waru), Medinilla magnifica (palijoto), Clidemia hirta (lamtoro),Ficus racemosa (loa), Mimosa invisa (putri malu), Pandanus tectorius (pandan duri), Piper betle (sirih), Eleusine indica (belulang grass), Gigantochloa apus (bamboo), Lopatherum gracille (bamboo grass), Meganthyrsus maximus (benggala grass) and Pennisetum purpureum (elephant grass). This study finds similarity indices among study sites in which: pine dominant forest and secondary forest with 82%, pine dominant forest and forest remnant with 83% and between secondary forest and forest remnant with 87%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectGajah Sumateraen_US
dc.subjectPerilaku Makanen_US
dc.subjectTumbuhanen_US
dc.titlePerilaku Makan pada Gajah Sumatera (Elephas maximus-sumatranus) di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus, Aek Nauli, Sumatera Utaraen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140805020


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record