Show simple item record

dc.contributor.advisorSabri, Emita
dc.contributor.authorSabila, Dhaifina
dc.date.accessioned2020-02-05T02:50:26Z
dc.date.available2020-02-05T02:50:26Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/23512
dc.description56 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dalam pemberian ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walpers) secara topikal yang dapat memberikan efek terhadap proses penyembuhan luka sayat pada mencit. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga perlakuan ekstrak etanol daun salam selama 2 minggu dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 45% setiap perlakuan menggunakan enam ulangan. Pengamatan dilakukan secara visual dan histologis. Preparat organ kulit dibuat menggunakan metode parafin dan pewarnaan Hematoksilin Erlich-Eosin (HE). Hasil pengamatan visual menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan dari kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (P>0,05) dimana hari kesembuhan dari kontrol negatif lebih cepat dibandingkan kelompok perlakuan. Hasil pengamatan histologis menunjukkan perbedaan nyata pada ketebalan epitel, jumlah sel fibroblas, dan jumlah sel polimorfonuklear (P<0,05) dimana pada kelompok perlakuan menunjukkan jumlah lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol negatif. Sedangkan pada jumlah pembuluh darah memiliki perbedaan yang tidak nyata antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif (P>0,05).en_US
dc.description.abstractThis study aims to find out the effect of applying salam leaf (Syzygium polyanthum (Wight) Walpers) ethanol extract topically on wound healing process of mice. The study design used Completely Randomized Design (CRD) which consisting of negative group, positive group, and three treatments of salam leaf ethanol extract for two weeks with 15%, 30%, and 45% concentration, each treatment used six replications. The observation was conducted visually and histologically. Preparation slides of skin organs used paraffin method and Hematoxylin Erlich- Eosin (HE) staining. Result of visual observation showed there was no significant differences between negative group and treatment group (P>0.05), but there was a tendency that the recovery day of negative group was faster than the treatments. Result of histological observation showed significant differences of ephitelial thickness, number of fibroblast cells, and number of polymorphonuclear cells (P<0.05), where the treatment group showed higher than the negative group. Whereas for number of blood vessels, there was no significant differences between treatment groups and negative group (P>0.05).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKuliten_US
dc.subjectPenyembuhan Lukaen_US
dc.subjectMenciten_US
dc.subjectSyzygium polyanthum (Wight) Walpersen_US
dc.titlePengaruh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walpers) Secara Topikal Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayat pada Mencit (Mus musculus L.)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140805030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record