Show simple item record

dc.contributor.advisorNurbani
dc.contributor.advisorBadaruddin
dc.contributor.authorStefany, Stella
dc.date.accessioned2020-02-11T03:06:08Z
dc.date.available2020-02-11T03:06:08Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/23816
dc.description146 Halamanen_US
dc.description.abstractThe purpose of this research is to analyze the correlation between digital literacy and self-disclosure in adolescence students as the active user of social media, to analyze the difference level of digital literacy and to analyze level of self disclosure between male and female adolescences. This is quantitative research with comparative descriptive approach. By using purposive sampling technique, the researcher has ideally figured the major population size in Medan, and decided that every element or element group must have equal probability to be treated as a sample. The sample is counted using the Taro Yamane Table, resulting in 378 respondents consisting of active social media users that are proportionally spread around 20 high schools in the district of Medan Kota. The researcher uses questionnaire as the data collection method. The digital literacy questionnaire consists of 17 questions while the questionnaire on the matter of self-disclosure on social media is adopted from a previous study titled Revised Self Disclosure Scale (Blau, 2011), using the Likert scale for answering options. The major findings in this research are the positive correlation between the X and Y variables (digital literacy and self-disclosure on social media) on a medium scale (r=0.508, n=378) and the inexistence of significant difference between male and female on the level of understanding about digital literacy (male=192.5 and female=187.9) and self-disclosure on social media (male-191.25) and female=187.9).en_US
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara literasi digital dan pembukaan diri pelajar remaja sebagai pengguna media sosial, menganalisis perbedaan pemahaman literasi digital antara siswa SMA pria dan wanita dalam menggunakan media sosial dan untuk menganalisis perbedaan tingkatan pembukaan diri di media sosial antara siswa SMA pria dan wanita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparasi deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Besaran populasi induk adalah 7399 siswa di 20 SMA di Kota Medan. Sampel penelitian menggunakan perhitungan Tabel Taro Yamane dan menghasilkan 378 responden yang secara proporsional di Kecamatan Medan Kota sebagai pengguna media sosial. Kuesioner literasi digital terdiri dari 17 butir pertanyaan dan kuesioner pembukaan diri di media sosial diadposi dari penelitian terdahulu Revised Self Disclosure Scale (Blau, 2011) yang telah direvisi dan menghasilkan 17 butir pertanyaan dengan pilihan jawaban menggunakan skala Likert (1-4). Temuan pertama dalam penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara variabel X dan Y (Literasi Digital dan pembukaan diri di media sosial) dengan skala sedang (r=0.508, n=378). Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan pemahaman literasi digital antara siswa pria dan wanita. Dengan konteks penelitian di Kota Medan, kemampuan literasi digital siswa wanita didapati sedikit lebih tinggi (mean=195.52) dari pada siswa pria (mean=192.52). Hasil penelitian ketiga menunjukkan tingkatan pembukaan diri siswa SMA pria (mean=191.25) lebih tinggi dari siswa SMA wanita (mean=187.9) dalam menggunakan media sosial.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectLiterasi Digitalen_US
dc.subjectPembukaan Dirien_US
dc.subjectRemajaen_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.subjectKota Medanen_US
dc.titleLiterasi Digital dan Pembukaan Diri (Studi Korelasi Penggunaan Media Sosial pada Siswa SMA di Kota Medan)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157045014


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record