Show simple item record

dc.contributor.advisorKalo, Syafruddin
dc.contributor.advisorEkaputra, Mohammad
dc.contributor.authorRahman
dc.date.accessioned2020-02-11T06:37:19Z
dc.date.available2020-02-11T06:37:19Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/23840
dc.description120 Halamanen_US
dc.description.abstractPerubahan merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari adanya perkembangan zaman. Perubahan pun terjadi pada teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan dampak positif dan negatif dengan munculnya berbagai jenis pelanggaran kejahatan. Penyalahgunaan yang terjadi dalam cyber space inilah yang kemudian dikenal dengan cyber crime lalu kejahatan tersebut semakin berkembang sampai menjadi kejahatan kesusilaan atau cyberporn. Survey yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) sepanjang tahun 2016 menyebutkan sebanyak 132 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet dan sekitar 136 miliar video porno diakses melalui smartphone. Dampak dari pornografi memunculkan maraknya kasus perzinahan, pemerkosaan, aborsi, dan munculnya penyakit menular seksual. Penyerbaran pornograpi perlu mendapat perhatian secara serius mengingat kerugian yang dapat ditimbulkan dan dampaknya berakibat besar pada kerugian negara dan masyarakat. Perbuatan atau kejahatan yang perlu mendapatkan perhatian serius pada saat ini yaitu penyebaran konten pornografi yang dilakukan melalui media komunikasi Line Massengger. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini meliputi pengaturan hukum terhadap tindak pidana pornografi melalui Line Massengger, upaya penanggulangan tindak pidana penyebaran konten pornografi dan bagaimana penerapan hukum terhadap pelaku penyebar pornografi yang dilakukan melalui Line Massengger. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan (library researching). Penelitian ini mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer seperti menganalisis peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder seperti dari buku-buku, artikel, jurnal, dan internet yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa peredaran pornografi terjadi sangat massif dan dapat dilakukan melalui media apa saja termasuk media komunikasi Line Massengger. Hal ini menunjukan bahwa masih lemahnya peran pemerintah dan pembuat undang-undang dalam memerangi masalah pornografi yang terjadi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPornografien_US
dc.subjectLine Massenggeren_US
dc.titlePidana Terhadap Pelaku Pendistribusi dan Pentransmisi Konten Pornografi di Media Komunikasi “Line Messenger” ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 217/Pid.Sus/2018/Pn.Jkt.Tim)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik150200056


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record