Show simple item record

dc.contributor.advisorSutrisno, Eddy
dc.contributor.advisorBuchari, Frank Bietra
dc.contributor.authorMaulana, Rio Alfin
dc.date.accessioned2020-02-17T02:14:01Z
dc.date.available2020-02-17T02:14:01Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/24061
dc.description47 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground Burns is a fourth of the most trauma around the world starting from traffic accidents, falls, and violence. Seventy-five percent (75%) of all deaths were caused by burn-related infections. From 11% to 30% of burn contaminated by microorganism Pseudomonas aeruginosa, Staphylocoocus aureus, Escherichia coli, Klebsiella spp, Enterococcus spp and Candida spp. The purpose of this study is to describe the pattern of change and resistance patterns anitibiotic microorganism on burn patients who received empiric antibiotic therapy in the General Hospital Haji Adam Malik Methods This research is descriptive. Samples were collected through patient burns and swab cultures taken from blood cultures in H. Adam Malik Hospital during the period February to April 2014 data can then be presented in table form and narrative. Results Burns was present 30 cases during the period of study. On 1st day found 2 germ Acinetobacter baumanii and Pseudomonas aeruginosa. Day 4 bacteria Pseudomonas aeruginosa has been found in 9 cases (30%). On day 7 found bacteria Pseudomonas aeruginosa of 10 cases (33.3%) Conclusion There is no change in the type of bacteria over time. From the results of antibiotic sensitivity tests against Pseudomonas aeruginosa found only Piperacilin- Tazobactam sensitive whereas amikacin, ceftazidime, ciprofloxacin, ceftriaxone is resistant to Pseudomonas aeruginosa.en_US
dc.description.abstractLatar belakang Luka bakar adalah jenis trauma keempat yang paling umum diseluruh dunia dimulai dari kecelakaan lalu lintas, jatuh, dan tindak kekerasan. Tujuh puluh lima persen (75%) dari semua kematian yang disebabkan oleh luka bakar berhubungan dengan infeksi. Dari 11% sampai 30% dari luka bakar terkontaminasi oleh mikroorganisme Pseudomonas aeruginosa, Staphylocoocus aureus, Escherichia coli, Klebsiella spp, Enterococcus spp dan Candida spp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perubahan Pola Kuman dan pola resistensi anitibiotik pada Pasien rawat inap Luka Bakar yang mendapat terapi antibiotik empirik di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptis. Sampel dikumpulkan melalui penderita luka bakar yang dilakukan kultur swab dan kultur darah di RSUP H. Adam Malik Medan selama kurun waktu Februari sampai April 2014. Data kemudian dilakukan disajikan dalam bentuk table dan narasi. Hasil Penelitian Dijumpai 30 kasus luka bakar garde II-III selama kurun waktu penelitian. Pada hari petama dijumpai 2 kuman Acinetobacter baumanii dan Pseudomonas aeruginosa. Hari ke-4 kuman Pseudomonas aeruginosa dijumpai pada 9 kasus (30%). Pada hari ke-7 dijumpai kuman Pseudomonas aeruginosa sebanyak 10 kasus (33,3%) Kesimpulan Tidak ada perubahan jenis kuman menurut waktu. Dari hasil uji sensitifitas antibiotik terhadap Pseudomonas aeruginosa dijumpai hanya piperacilintazobactam yang sensitif sedangkan amikacin, ceftazidime, ciprofloxacin, ceftriaxone adalah resisten terhadap Pseudomonas aeruginosaen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectLuka Bakaren_US
dc.subjectPseudomonas Aeruginosaen_US
dc.subjectPola Kumanen_US
dc.subjectResistensi Antibiotiken_US
dc.titleResistensi Pseudomonas Aeruginosa terhadap Antibiotik Empirik pada Pasien Rawat Inap Luka Bakar di RSUPH Adam Malik Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record