Show simple item record

dc.contributor.advisorSyahputra, Mohammad Fadly
dc.contributor.advisorRahmat, Romi Fadillah
dc.contributor.authorSiregar, Muhammad Iqbal Rizki
dc.date.accessioned2018-04-26T07:19:36Z
dc.date.available2018-04-26T07:19:36Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/2413
dc.description121402079en_US
dc.description.abstractIndonesia is one of the countries which is well- known for its natural wealth. Various types of flora and fauna live in this fertile country. Like one-horned rhinoceros (javan rhino), Sumatran elephant, Sumatran tiger, Bawean deer and even Komodo dragons can also be found here. Along with the era development, the expansion of residential areas and illegal hunting resulted in the difficulty of finding these unique Indonesian animals due to their diminishing habitat and population. With the current technological developments, researchers apply augmented reality (AR) technology to bring the typical Indonesian wildlife with the true scale without having to perturb the animals population. This technology also comes with applying realistic shadow method so that the virtual object of the animal has a shadow like a real object. Stages of shadow realistic formation include receiving light, which is the process of receiving sun object in virtual environment, then setting plane which is an arrangement of virtual plane in order to accept the shadow projection and shadow projection which is a method to project the shadow on the plain of virtual world. The result of the realistic shadow augmented reality application is used as a reference of the shadow projection to the virtual objects. The application of realistic shadow will give a real impression on the virtual object of the rare species of Indonesia which are displayed.en_US
dc.description.abstractIndonesia adalah salah satu negara yang dikenal dengan kekayaan alamnya. Beragam jenis flora dan fauna hidup ditanah subur negeri ini. Seperti badak bercula satu (badak jawa), gajah sumatera, harimau sumatera, rusa bawean bahkan komodo juga dapat di temui disini. Namun seiring perkembangan zaman yang membuat semakin banyaknya perluasan lahan pemukiman dan perburuan liar membuat para satwa khas Indonesia tersebut sulit untuk dijumpai karena habitat dan populasi mereka yang semakin berkurang. Dengan perkembangan teknologi saat ini, peneliti menerapkan teknologi augmented reality (AR) untuk menghadirkan para satwa khas Indonesia dengan scale yang sebenarnya tanpa harus mengusik populasinya. Teknologi ini juga dilengkapi dengan menerapkan metode realistic shadow sehingga objek virtual satwa memiliki bayangan seperti benda nyata. Tahapan terbentuknya realistic shadow ini antara lain receive light yang merupakan proses penerimaan cahaya objek sun pada lingkungan virtual, kemudian setting plane yaitu pengaturan dataran virtual agar dapat menerima proyeksi bayangan dan projection shadow merupakan metode untuk memproyeksikan bayangan pada dataran dunia virtual. Hasil dari penerapan realistic shadow augmented reality ini sebagai acuan proyeksi bayangan pada object virtual. Penerapan realistic shadow tersebut akan memberikan kesan nyata pada objek virtual satwa langka Indonesia yang ditampilkan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRare Indonesian Animalsen_US
dc.subjectAugmented Realityen_US
dc.subjectRealistic Shadowen_US
dc.titleRealistic Shadow Augmented Reality Satwa Langka Indonesiaen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record