Show simple item record

dc.contributor.advisorRahimi, Armon
dc.contributor.advisorEndang
dc.contributor.authorDamanik, Evi Haryanti
dc.date.accessioned2020-02-28T03:27:43Z
dc.date.available2020-02-28T03:27:43Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/24624
dc.description106 Halamanen_US
dc.description.abstractIntroduction: HIV infection (Human Immunodeficiency Virus) or commonly called AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is currently one of the biggest health problems in the world. Hematologic complications are the most powerful independent predictor in determining morbidity and mortality in patients with HIV infection. Anemia is one of the most frequent hematological complications in people with HIV infection. HIV causes a person's ability to fight infection decreases by decreasing levels of CD4 T lymphocytes that are responsible for one's immune response to fight infectious pathogens. A state of ongoing immunodeficiency will be related to the entry of various opportunistic infections so that the risk of death will increase. To examination of Hb levels is simple / economic and CD4 cell counts are compulsory tests before starting ARV therapy and monitoring therapy so that researchers are interested in researching anemia, CD4 T lymphocyte counts, opportunistic infections as predictors of mortality in HIV-infected patients in general hospital HAM Medan. Aim : To find out anemia, CD4 T lymphocyte counts, opportunistic infections as predictors of mortality in HIV-infected patients (Human Immunodeficiency Virus) treated in general Hospital HAM Medan. Methods : Cohort retrospective study was conducted on 100 adult patients diagnosed with HIV who were treated in the integrated inpatient ward of general hospital HAM Medan from January 2018 to December 2018. Bivariate analysis with Chi-Square test was carried out to see the relationship between anemia, CD4 T lymphocyte counts, opportunistic infections and mortality in HIV-infected patients. Multivariate analysis with multiple logistic regression methods to see which variables had the greatest effect on mortality in HIV-infected patients. Results : Out of 100 HIV sufferers with 50 survivors and 50 dead deaths, 4 variables were found to have a significant relationship with the patient's outcome status: CD4 < 200 (p: 0.001), anemia status (p: 0.006), PCP (p: 0.012 ) and TE (p: 0.046). TE is a dominant risk factor for mortality [p: 0.061 OR: 3.25: 95% IK (0.945-11.190).. Conclusion: The dominant risk factor for mortality is Toxoplasmosis Encephalopathy (TE) where HIV infected patients with TE coinfection are at 3.25 times the risk of patient mortality [p: 0.061 OR: 3.25; 95% IK (0.945 - 11,190)].en_US
dc.description.abstractLatar Belakang : Penyakit infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau yang biasa disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Anemia merupakan salah satu komplikasi hematologi yang paling sering ditemukan pada orang dengan infeksi HIV. HIV menyebabkan kemampuan seseorang dalam melawan infeksi berkurang dengan menurunnya kadar limfosit T CD4 yang bertanggung jawab sebagai respon imun seseorang untuk melawan patogen-patogen infeksius. Keadaan immunodefesiensi yang berkelanjutan akan berhubungan dengan masuknya berbagai infeksi oportunistik sehingga resiko kematian akan semakin meningkat. Pemeriksaan kadar Hb yang bersifat sederhana/ekonomis dan pemeriksaan CD4 merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan sebelum memulai terapi ARV serta pemantauan terapi, membuat peneliti tertarik untuk meneliti anemia, jumlah limfosit T CD4, infeksi oportunistik sebagai faktor prediktor mortalitas pada pasien terinfeksi HIV di RSUP HAM Medan. Tujuan : Untuk mengetahui anemia, jumlah limfosit T CD4, infeksi oportunistik sebagai faktor prediktor mortalitas pada pasien terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dirawat di RSUP HAM Medan. Metode : Penelitian kohort retrospective ini dilakukan terhadap 100 orang pasien dewasa yang didiagnosis dengan HIV yang dirawat di ruang rawat inap terpadu RSUP HAM Medan dari Januari 2018-Desember 2018. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk melihat hubungan antara anemia, jumlah limfosit T CD4, infeksi oportunistik dengan mortalitas pada pasien terinfeksi HIV. Analisis multivariat dengan metode regresi logistik berganda untuk melihat variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap mortalitas pada pasien terinfeksi HIV. Hasil : Dari 100 penderita HIV dengan 50 orang luaran hidup dan 50 orang luaran meninggal, didapatkan 4 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan status luaran pasien yaitu: CD4 < 200 (p: 0,001), status anemia (p: 0,006), PCP (p: 0,012) dan TE (p: 0,046). TE merupakan faktor risiko dominan terhadap mortalitas [p: 0,061 OR: 3,25 : 95% IK (0,945-11,190). Kesimpulan : Faktor risiko dominan terhadap mortalitas adalah Toxoplasmosis Ensefalopati (TE) dimana pasien terinfeksi HIV dengan koinfeksi TE berisiko 3,25 kali terhadap mortalitas pasien [p : 0,061 OR: 3,25 ; 95% IK (0,945 – 11,190)].en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectHIVen_US
dc.subjectAnemiaen_US
dc.subjectLimfosit T CD4en_US
dc.subjectInfeksi Oportunistiken_US
dc.subjectMortalitasen_US
dc.titleAnemia, Jumlah Limfosit T Cd4, Infeksi Oportunistik Sebagai Faktor Prediktor Mortalitas Pada Pasien Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di RSUP HAM Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157041127


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record