Show simple item record

dc.contributor.advisorWiryanto
dc.contributor.advisorHarahap, Urip
dc.contributor.authorHarahap, Novi Erviana
dc.date.accessioned2020-03-02T06:34:27Z
dc.date.available2020-03-02T06:34:27Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/24671
dc.description108 Halamanen_US
dc.description.abstractPelayanan kefarmasian adalah sebuah pelayanan langsung serta bertanggung jawab Apoteker terhadap pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti dengan tujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas, maka ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif yang bersifat cross sectional. Data diperoleh dari pengisian lembar kuesioner dan lembar daftar tilik berdasarkan pengamatan langsung di ruang farmasi Puskesmas yang memiliki Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada pada kepustakaan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman’s. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Medan memiliki jumlah skor 73-82. Tingkat kepuasan pasien paling banyak adalah kategori Puas, sebanyak 77,9-100%. Korelasi perbedaan demografi pasien dalam hal umur, jenis kelamin dan pekerjaan terhadap kepuasan pasien dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai sig. p<0,05. Korelasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian terhadap kepuasan pasien dianalisis menggunakan uji Spearman’s ditunjukkan dengan nilai rhitung=0,419 (rhitung<rtabel). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi PMK No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Medan termasuk dalam kategori Sedang. Tingkat kepuasan pasien termasuk dalam kategori Puas. Perbedaan demografi pasien dalam hal umur, jenis kelamin dan pekerjaan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian tidak mempengaruhi kepuasan pasien.en_US
dc.description.abstractPharmaceutical care is a direct and responsible service for pharmacists for patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving definitive results with the aim of improving the quality of life of patients. To improve the quality of pharmaceutical care at the Health Center, Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Care Standards in Health Center. This study aims to evaluate the implementation of Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Care Standards in Medan City Health Center. This research is a cross sectional descriptive survey research. Data obtained from filling out questionnaire sheets and checklist sheets based on direct observation in the pharmacy room that has Pharmacists and pharmacy technical personnel. The data obtained were compared with the standards in the literature and analyzed using Chi-Square and Spearman's tests. Based on research it is known that the implementation of Pharmaceutical Care Standards in Medan City Health Center has a score of 73-82. The highest level of patient satisfaction is the Satisfaction category, as much as 77.9-100%. Correlation of patient demographic differences in terms of age, sex and occupation to patient satisfaction was analyzed using the Chi-Square test showing sig values. p<0.05. Correlation of Implementation of Pharmaceutical Care Standards to patient satisfaction was analyzed using the Spearman test shown by rcount=0.419 (rcount<rtable). Based on the results of the study it can be concluded that the implementation of PMK No. 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Care Standards in Medan City Health Center included in the Medium category. The level of patient satisfaction is included in the Satisfaction category. Differences in patient demographics in terms of age, sex and occupation affect the level of patient satisfaction. Implementation of Pharmaceutical Care Standards does not affect patient satisfaction.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectImplementasi Standaren_US
dc.subjectPelayanan Kefarmasianen_US
dc.subjectPuskesmasen_US
dc.subjectKota Medanen_US
dc.titleEvaluasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177014047


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record