Show simple item record

dc.contributor.advisorMatondong, A. Rahim
dc.contributor.advisorNazaruddin
dc.contributor.authorVrizka, Viranda
dc.date.accessioned2020-03-09T01:38:40Z
dc.date.available2020-03-09T01:38:40Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/24925
dc.description129 Halamanen_US
dc.description.abstractKoperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. Koperasi merupakan salah satu lembaga yang sesuai dengan pembangunan masyarakat dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat. Hal ini dikarenakan koperasi memiliki prinsip kebersamaan dan rasa kekeluargaan.Namun pada kenyataannya banyak sekali koperasi yang tidak berhasil di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sulitnya menerapkan tata kelola koperasi yang baik (Good Governance) didalam koperasi itu sendiri. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan pemerintah untuk terciptanya koperasi yang berkualitas adalah dengan memberikan pelatihan kepada koperasi-koperasi yang ada di Indonesia. Begitu pula dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara yang selalu memberikan pelatihan dengan rutin untuk mendukung koperasi dalam penerapan good governance agar dapat menjadi koperasi yang berkualitas. Kemudian peneliti juga menambahkan knowledge sharing sebagai variabel moderating untuk mengetahui apakah dengan knowledge sharing, dapat membantu pelatihan yang diberikan oleh pemerintah dalam upaya koperasi menerapkan good governance dapat meningkat. Penelitian dilakukan pada koperasi-koperasi yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara sebagai populasinya. Sampel responden sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) orang pengurus yang mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM. Dengan menggunakan SPSS 25 sebagai alat pengolahan data, didapatkan kesimpulan bahwa secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan yang terdiri dari tujuan pelatihan, pelatih/ trainners, materi pelatihan, metode pelatihan dan peserta pelatihan terhadap penerapan good governance. Secara parial didapatkan bahwa tujuan dan sasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan good governance, pelatih/ trainners tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan good governance, materi pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan good governance, , metode pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan good governance dan peserta pelatihan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan good governance. Kesimpulan yang terakhir adalah bahwa ternyata knowledge sharing dapat memoderasi dengan memperkuat hubungan antara pelatihan dan penerapan good governance.en_US
dc.description.abstractCooperative is a business entity consisting of people or cooperative legal entities based on its activities based on cooperative principles as well as a people's economic movement based on the principle of kinship. Cooperative is one of the institutions that are in accordance with community development in an effort to empower the people's economy. This is because cooperatives have the principle of togetherness and a sense of family. However, in reality there are many cooperatives that do not succeed in Indonesia, especially in North Sumatra Province. This is caused by many factors, one of them are the difficulty of implementing good cooperative governance (Good Governance) within the cooperative itself. One form of efforts by the government to create quality cooperatives is to provide training in Indonesia's cooperatives. As well as the Office of Cooperatives and SMEs in North Sumatra Province always provides training regularly to support cooperatives in implementing good governance in order to become qualified cooperatives. Then the researchers also added knowledge sharing as a moderating variable to find out whether with knowledge sharing, can help the training provided by the government in cooperative efforts to implement good governance can be improved. The study was conducted on cooperatives under the auspices of the Office of Cooperatives and SMEs in North Sumatra Province as the population. The sample of respondents was 78 (seventy eight) managers who attended the training at the Cooperative and SME Training Center. By using SPSS 25 as a data processing tool, it can be concluded that simultaneously there is a positive and significant effect between training consisting of training objectives, trainers, training materials, training methods and training participants on the implementation of good governance. Partially it was found that goals and objectives had a positive and significant effect on the implementation of good governance, trainers did not have a positive and significant effect on the implementation of good governance, training materials had a positive and significant effect on the implementation of good governance, training methods had a positive and significant effect on the implementation of good governance and training participants do not have a positive and significant effect on the implementation of good governance. The final conclusion is that knowledge sharing can moderate by strengthening the relationship between training and the application of good governance.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPelatihanen_US
dc.subjectPenerapan Good Governanceen_US
dc.subjectKnowledge Sharingen_US
dc.titlePengaruh Pelatihan Terhadap Penerapan Good Governance pada Koperasi Binaan Dinas Koperasi dan Ukm Provinsi Sumatera Utara dengan Knowledge Sharing Sebagai Variabel Moderatingen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177007037


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record