Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Junita Setiana
dc.contributor.authorSidabutar, Henry Josua
dc.date.accessioned2020-03-13T01:44:02Z
dc.date.available2020-03-13T01:44:02Z
dc.date.issued2019-12-30
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25119
dc.description89 Halamanen_US
dc.description.abstractSkripsi ini berjudul “Klinik Jiwa Mahoni Medan (1970-1980)”. Penelitian ini membahas tentang sejarah berdirinya, begitu juga tentang perkembangan dan peranan Klinik Jiwa Mahoni Medan tahun 1970-1980. Berkembangnya penyakit gangguan kejiwaan pada masyarakat saat itu membuat dr. Djamaluddin Hasibuan, SpKJ mendirikan Klinik Jiwa Mahoni Medan. Klinik Jiwa Mahoni Medan pada saat itu berperan untuk memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat tentang berkembangnya penyakit gangguan kejiwaan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai berkembangnya penyakit gangguan kejiwaan yang terjadi pada masyarakat khususnya masyarakat kota Medan pada saat itu. Klinik Jiwa Mahoni Medan saat itu berperan aktif sebagai Klinik Jiwa Swasta pertama yang memberikan kontribusi serta pelayanan kepada masyarakat penderita gangguan kejiwaan. Klinik Jiwa Mahoni Medan yang didirikan oleh alm dr. Djamaluddin Hasibuan, SpKJ pada saat itu telah memberikan banyak bantuan kepada pemerintah melalui program edukasi yang mereka berikan tentang perkembangan penyakit gangguan kejiwaan yang terjadi terhadap masyarakat kota Medan. Dalam penelitian penulis menggunakan metode sejarah yaitu Heuristik, mencari dan mengumpulkan sumber – sumber yang relevan dan menjadi bahan penelitian. Sumber - sumber penelitian berupa tulisan maupun lisan yang diperoleh di lapangan/tempat berlangsungnya penelitian. Langkah kedua yang dilakukan adalah kritik sumber. Kritik sumber merupakan kegiatan yang mempertanyakan, menilai bahan-bahan yang sudah terkumpul dapat dipercaya baik dari segi materi maupun isi dan memang dapat dipercaya kebenarannya. Langkah yang ketiga adalah interpretasi. Disini, penulis menafsirkan dengan menguraikan (menganalisa) fakta - fakta yang telah diperoleh dari tahap sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh fakta yang memiliki arti. Langkah yang keempat adalah historiografi, yakni penyusunan kesaksian atau sumber-sumber yang dapat dipercaya menjadi suatu kisah atau kajian yang menarik dan berarti secara kronologis dan rasional.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKlinik Jiwa Mahonien_US
dc.subjectKota Medanen_US
dc.titleKlinik Jiwa Mahoni Medan (1970-980)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140706063


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record