Show simple item record

dc.contributor.advisorRangkuti, Rahmadsyah
dc.contributor.advisorPerangin-angin, Alemina
dc.contributor.authorSari, Dian Maya
dc.date.accessioned2020-03-17T02:32:26Z
dc.date.available2020-03-17T02:32:26Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25307
dc.description63 Halamanen_US
dc.description.abstractThis thesis is a linguistic study. It is categorized as psycholinguistic study. The writer sees some issues in society about their struggle to speak in English. The struggle happens because they are afraid of making mistakes. Meanwhile, the mistakes that they made is a common thing that called as disfluency. This research was done to answer the problem about speaking disfluency and why it happens through Jokowi's speech in The Center for East Asia Policy Studies at Brookings 2015. The data was choosen because they can answer the problem through the Jokowi's utterance. The objective of this study is to see the kind of speaking disfluency made by Jokowi and why it happens. The theory for this research is Gleason and Ratner (1998) about speaking disfluency. The method of this reasearch is descriptive qualitative. Technique of collecting the data is purpossive sampling. As the result of this research, there are four kinds of speaking disfluency such as repetition, hesitation, filler words, and false start. The reasons why the speaker made them were because of cognitive factors and affective factors.en_US
dc.description.abstractSkripsi ini adalah kajian linguistik. Skripsi ini dikategorikan sebagai kajian psikolinguistik. Penulis melihat beberapa masalah di masyarakat tentang perjuangan mereka untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Perjuangan yang mereka alami karena mereka takut membuat kesalahan. Sementara, kesalahan yang mereka maksud adalah hal yang biasa terjadi dan disebut sebagai gangguan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah mengenai gamgguan dalam berbicara dan kenapa hal itu terjadi dalam pidato Jokowi di The Center for East Asia Policy Studies at Brookings 2015.Data tersebut dipilih karena dapat menjawab pertanyaan melalui ujaran Jokowi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat jenis-jenis gangguan berbicara yang dibuat Jokowi dan kenapa itu terjadi. Teori untuk penelitian ini digunakan teori Gleason dan Ratner (1998) tentang gangguan berbicara. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Hasilnya adalah terdapat beberapa jenis gangguan berbicara yaitu pengulangan, keraguan, kata pengisi, dan kesalahan memulai. Alasan hal itu terjadi adalah karena faktor kognisi dan faktor afektif.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPsycholinguisticsen_US
dc.subjectSpeakingen_US
dc.subjectSpeaking Disfluencyen_US
dc.titleSpeaking Disfluency Features in the Conversation of President Jokowi with Reporters in the Center for East Asia Policy Studies at Brookings 2015en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140705085


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record