Show simple item record

dc.contributor.advisorYuandani
dc.contributor.authorPjt, Yuni Yusmaini
dc.date.accessioned2020-05-20T03:45:31Z
dc.date.available2020-05-20T03:45:31Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25714
dc.description85 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground: Mango ginger (Curcuma mangga Valeton & v.Zijp.) is one of Zingiberaceae family which is used for various traditional treatments containing various secondary metabolites, including saponins and flavonoids which if used in high consentration and for a long time can cause cell enlargement due to fat accumulation. Objective: to determine the toxic effect of ethanol extract of mango ginger rhizome (EEMGR) including toxic effect, ALT and AST levels, and safety limit for dosing of EEMGR in white rat. Method: this toxic effect evaluation study based PerKBPOM and OECD 408 (repeated dose 90-days oral toxicity study in rodents) used male and female rats as many as 40 rats devided into four groups: control CMC Na 0.5%, EEMGR doses of 100, 500 dan 1000 mg/kg bw. The toxic sign was observed for 90 days. The animal test were then autopsied on the 91st. Data were analyzed by one-way ANOVA and followed test with post hoc-tukey on Statistical Product and Service Solution (SPSS). Result: the result of this toxic effect evaluation showed that administration of EEMGR for 90 days had no toxic effect at doses of 100 and 500 mg/kg bw on male and female rats, but showed toxic effect at dose of 1000 mg/kg bw on male and female rats as indicadet by macroscopic observation of liver organ that showed changed of color to black-reddish color, microscopic observation of liver oragan tissue that indicated liver organ damage as a hepatosit necrosic, sinusoid dilatation and hydropic degeneration, and statistical analysis result of biochemical parameters (ALT and AST) values that showed a significant difference at control and dose of 1000 mg/kg bw. Conclusion: ir can be concluded that administrarion of EEMGR for 90 days had no toxic effect at doses of 100 and 500 mg/kg bw on male and female rats but had any toxic effect at dose of 1000 mg/kg bw on male and female rats.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Temu mangga (Curcuma mangga Valeton & v.Zijp.) merupakan tanaman dari family Zingiberaceae yang digunakan untuk berbagai pengobatan tradisional yang mengandung berbagai metabolit sekunder, diantaranya saponin dan flavonoid yang jika digunakan dalam konsentrasi tinggi dan jangka waktu lama dapat menyebabkan perbesaran sel akibat akumulasi lemak. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rimpang temu mangga (EERTM) terhadap efek toksik, kadar ALT dan AST serta untuk mengetahui batas keamanan dosis pemberian EERTM pada organ hati pada tikus putih. Metode: Evaluasi efek toksik ini dilakukan berdasarkan PerKBPOM dan OECD 408 (repeated dose 90-days oral toxicity study in rodents) menggunakan tikus jantan dan betina sebanyak 40 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol CMC Na 0.5% dan kelompok uji EERTM dosis 100, 500 dan 1000 mg/kg bb. Parameter yang diamati adalah gejala toksik terhadap organ hati tikus dalam rentang 90 hari, kemudian hewan uji diotopsi pada hari ke-91. Data dianalisis dengan metode one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji post-hoc tukey menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa penggunaan EERTM selama 90 hari tidak menimbulkan efek toksik pada kelompok pemberian dosis 100 dan 500 mg/kg bb hewan jantan dan betina, namun menimbulkan efek toksik pada kelompok pemberian dosis 1000 mg/kg bb hewan jantan dan betina, ditandai dengan beberapa parameter yaitu gambaran makroskopis organ hati yang menunjukkan adanya perubahan warna menjadi warna merah kehitaman, gambaran mikroskopis jaringan organ hati yang menunjukkan adanya indikasi kerusakan hati berupa nekrosis hepatosit, dilatasi sinusoid dan degenerasi hidropik, serta hasil analisis secara statistik nilai biokimia ALT dan AST dimana terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil statistika antara kelompok Kontrol dengan kelompok EERTM dosis 1000 mg/kg bb. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian EERTM selama 90 hari tidak menimbulkan efek toksik pada kelompok dosis 100 dan 500 mg/kg bb hewan jantan dan betina namun menimbulkan efek toksik pada kelompok dosis 1000 mg/kg bb hewan jantan dan betina.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfek toksiken_US
dc.subjectRimpang temu manggaen_US
dc.subjectCurcuma mangga Valeton & v.Zijp.)en_US
dc.subjectHatien_US
dc.subjectASTen_US
dc.subjectALTen_US
dc.titleEvaluasi Efek Toksik Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga Valeton & v.Zijp.) Terhadap Hati pada Tikus Putihen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik151501228


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record