Show simple item record

dc.contributor.advisorSembiring, Rosnidar
dc.contributor.advisorSyahriah, Rabiatul
dc.contributor.authorMasharto, Harold Rifano
dc.date.accessioned2020-05-22T14:56:45Z
dc.date.available2020-05-22T14:56:45Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25726
dc.description92 Halamanen_US
dc.description.abstractSebelum dilakukannya perjanjian terapeutik antara dokter dan pasien, maka terlebih dahulu diberitahukan penjelasan mengenai tindakan medik apa yang dilakukan terhadap pasien. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pengaturan hukum perjanjian terapeutik dalam hukum perjanjian. Bagaimanakah penerapan perjanjian terapeutik dalam informed concent serta hubungannya dengan hukum perdata. Bagaimanakah pertanggungjawaban dokter dalam transaksi terapeutik atas persetujuan tindakan medis (informed concent) di RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris. Sifat penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Dianalisis secara kualitatif sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang pokok permasalahan. Pengaturan hukum perjanjian terapeutik dalam hukum perdata pada Pasal 1319 KUH Perdata, yang menyatakan bahwa semua persetujuan, baik yang mempunyai suatu nama khusus, maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu, tunduk pada peraturan-peraturan umum. Meskipun di dalam hukum perjanjian tidak mengatur hubungan antara pasien dan tenaga kesehatan, rumah sakit. Penerapan perjanjian terapeutik dalam informed concent serta hubungannya dengan hukum perdata, perjanjian yang terjadi antara dokter dengan pasien untuk dilakukan tindakan medis ketika pasien datang mempunyao keluhan dan menyatakan menyetujui untuk diambil tindakan medis, dilakukan melalui wawancara, berdasarkan pada informed consent yang diperoleh dokter menjadi dasar untuk dilakukan tindakan medis. Pertanggungjawaban dokter dalam transaksi terapeutik atas persetujuan tindakan medis (informed concent) di RSUP H. Adam Malik Medan, karena adanya hubungan hukum diantara dokter dan pasien. Suatu hubungan hukum terdapat hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang akan melahirkan tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Pertanggungjawaban perdata dokter terhadap pasien dikaitkan dalam UU Praktik Kedokteran yaitu Pasal 66 ayat (1), (2) dan ayat (3). Bentuk pertanggungjawaban perdata dokter terhadap pasien yaitu berupa ganti rugi baik materil maupun immaterial kepada pasien akibat dari adanya wanprestasi atau perbuatan melawan hukum dari tindakan dokter tersebut.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPerjanjian Terapeutiken_US
dc.subjectInformed Concenten_US
dc.subjectFasilitas Pelayanan Kesehatanen_US
dc.titleAnalisis Terhadap Terjadinya Perjajian Terapeutik dalam Informed Concent Terhadap Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Studi di RSUP H. Adam Malik Medan)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140200524


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record