Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, M. Fidel Ganis
dc.contributor.advisorLelo, Aznan
dc.contributor.advisorIlyas, Syafruddin
dc.contributor.authorRusda, Muhammad
dc.date.accessioned2020-06-04T04:26:00Z
dc.date.available2020-06-04T04:26:00Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25801
dc.description197 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground: Vulvovaginal candidiasis (VVC) is a disease caused by Candida, which is mostly caused by Candida albicans. If not treated early, this disease can occur infertility complications in women who are sexually active and chorioamnionitis that can lead to abortion or preterm labor. Nigella sativa is known to have several effects such as antimicrobial, anti-inflammatory, immune stimulation and anti-cancer properties. The aim of this study was to evaluate the effect of Nigella sativa on infections caused by Candida albicans on vulvovagina. Methods: This is a true experimental study, 28 Wistar strain mice divided into 4 groups, all groups were conditioned in a pseudoestrus atmosphere by administering estradiol valerate as much as 2 mg subcutaneously and repeated every week. Then Candida albicans was inoculated into the mice's vagina (Group K1 as negative control, Group K2 was given fluconazole, Group K3 was given Nigella sativa, and Group K4 was given a combination of Nigella sativa + fluconazole) for 3 consecutive days. All groups were observed 24 hours, 48 hours and 72 hours to see the number of Candida albicans colonies, vaginal pH, mice body weight, IgG and IgM to assess the therapeutic effect. Results: After administration of Nigella sativa extract, there was a significant difference in the amount of fungal colonization after treatment in each group on the first day (p <0.001), on the second day (p < 0.001), and on the third day (p <0.001). There was a significant difference in serum anti-candida IgM levels (p = 0.003). After administration of a combination of Nigella sativa extract and fluconazole there were no differences in mean weight, vaginal pH compared with controls (p = 0.298) while fungal colonization showed significant differences on the first, second and third days (p = <0.001). From the results of the study it was found that administration of Nigella sativa was not significantly different from fluconazole or a combination of both in changes in body weight value, vaginal pH, but had a significant effect in suppressing fungal colonization, where on the third day there was no significant difference in the effectiveness of Nigella sativa on fluconazole ( p = 0.101). Conclusion: Nigella sativa provides a therapeutic effect by increasing IgM levels and decreasing the number of fungal colonies.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Vulvovaginal candidiasis (VVC) adalah penyakit yang disebabkan oleh Candida, terutama Candida albicans. Jika tidak ditangani secara dini, dapat terjadi komplikasi berupa infertilitas pada wanita yang aktif secara seksual dan dapat terjadi korioamnionitis yang dapat berujung kepada aborsi maupun kelahiran prematur. Nigella sativa diketahui memiliki beberapa efek yaitu sebagai antimikroba, anti-inflamasi, immunomodulator dan sifat anti-kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek Nigella sativa terhadap infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans pada vulvovagina. Metodologi: Merupakan penelitian dengan design true experimental, pada 28 tikus Galur Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok, semua kelompok di kondisikan pada suasana pseudoestrus dengan pemberian estradiol valerate sebanyak 2 mg secara subkutan dan diulang setiap minggu. Selanjutnya dilakukan inokulasi Candida albicans ke vagina tikus (Kelompok K1 sebagai kontrol negatif, Kelompok K2 diberikan flukonazol, Kelompok K3 diberikan Nigella sativa, dan Kelompok K4 diberikan kombinasi Nigella sativa + flukonazol) selama 3 hari berturut-turut. Pada seluruh kelompok dilakukan pengamatan masing-masing 24 jam, 48 jam dan 72 jam untuk jumlah koloni Candida albicans, pH vagina, berat badan tikus, IgG dan IgM untuk menilai efek terapi. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap jumlah kolonisasi jamur setelah perlakukan pada tiap kelompok pada hari pertama (p < 0,001), pada hari kedua (p < 0,001), dan pada hari ketiga (p < 0,001). Terdapat perbedaan bermakna pada kadar IgM anti candida serum (p = 0,003). Setelah pemberian kombinasi ekstrak Nigella sativa dan flukonazol tidak terdapat perbedaan rerata nilai berat badan, pH vagina dibandingkan dengan kontrol (p = 0,298). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar IgG anti candida serum (p = 0,423). Dari hasil penelitian didapati bahwa pemberian Nigella Sattiva tidak berbeda bermakna dengan flukonazol maupun kombinasi keduanya dalam perubahan nilai berat badan, pH Vagina, tetapi memiliki efek yang signifikan dalam menekan kolonisasi jamur, dimana pada hari ketiga tidak didapati perbedaan yang signifikan efektifitas Nigella sativa terhadap flukonazol (p = 0,101). Simpulan: Nigella sativa memberikan efek terapi dengan meningkatkan kadar IgM dan menurunkan jumlah koloni jamur.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectNigella sativaen_US
dc.subjectFungal Inoculationen_US
dc.subjectPseudoestrusen_US
dc.subjectCandida albicansen_US
dc.subjectVulvovaginal candidiasisen_US
dc.subjectFlukonazolen_US
dc.subjectIgGen_US
dc.subjectIgMen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Nigella Sativa Terhadap pH Vagina, Berat Badan, Koloni Jamur Candida Albicans, IgM dan IgG Anti-Kandida Metode Elisa pada Tikus Galur Wistar Betina Model Kandididasis Vulvovaginalisen_US
dc.typeDisertasi Doktoren_US
dc.identifier.nimnipnik168102024


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record