Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Budiman
dc.contributor.advisorAzwar, T.Keizerina Devi
dc.contributor.advisorIkhan, Edy
dc.contributor.authorTampubolon, Tessalonika
dc.date.accessioned2020-06-29T02:52:29Z
dc.date.available2020-06-29T02:52:29Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26423
dc.description141 Halamanen_US
dc.description.abstractPara penanam modal asing harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya Tolu Sahundulan sekitar yang ada di Simalungun, agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan antara masyarakat setempat dengan penanam modal. Permasalahan dalam tesis ini adalah bagaimana norma hukum yang mengatur tentang kewajiban investasi asing yang menanamkan modal di Indonesia untuk menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal, hal apa saja dari kultur budaya setempat yang wajib dihormati oleh PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate sebagai Penanaman Modal Asing dan Apa saja hambatan PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate sebagai Penanaman Modal Asing dalam melaksanakan kewajibannya menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal. Metode penelitian dilakukan secara normatif. Penelitian Hukum Normatif yang bersifat deskriptif. Sumber data berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research) seperti melalui wawancara di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate dan penatua adat serta masyarakat sekitar di Kabupaten Simalungun. Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa yang mengatur tentang Kewajiban Investasi Asing yang menanamkan modal di Indonesia untuk menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal diatur dalam pasal 15 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal. Kultur Budaya setempat yang wajib dihormati oleh oleh PT. Bridgestone sebagai penanaman modal asing yaitu mempererat hubungan perusahaan asing dengan masyarakat setempat dalam melestarikan nilai-nilai budaya Tolu Sahundulan. Hambatan PT. Bridgestone dalam melaksanakan kewajibannya menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal yaitu Kendala Perizinan Penanaman Modal Asing, Ketidaksinkronan Hukum, dan belum adanya jaminan keamanan. Sebagai saran dalam penelitian ini adalah Undang-undang Penanaman Modal seharusnya memberikan kepastian hukum bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, hendaknya pemerintah merevisi mengenai kewajiban-kewajiban penanam modal yang tertera dalam pasal 15 Undang-undang Penanam Modal untuk memberikan kejelasan terhadap penerapan dan pengawasan atas kewajiban tersebut supaya perusahaan asing itu mampu merespon undang-undang tersebut, dan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun agar selalu memberikan perhatian kepada budaya Simalungun.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectkewajibanen_US
dc.subjectmenghormati budayaen_US
dc.subjectpenanaman modal asingen_US
dc.titlePelaksanaan Kewajiban Menghormati Budaya Setempat dalam Penanaman Modal Asing (Studi di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estateen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177011030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record