Show simple item record

dc.contributor.advisorSunarmi
dc.contributor.advisorKamello, Tan
dc.contributor.advisorPurba, Hasim
dc.contributor.authorSyaifullah
dc.date.accessioned2020-07-06T02:27:08Z
dc.date.available2020-07-06T02:27:08Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26567
dc.description151 Halamanen_US
dc.description.abstractIn the old law, Faillisementsverordening, Perpu No. 1/1998 on Bankruptcy and Law No. 4/1998 on Bankruptcy do not specifically regulate the principles of bankruptcy. However, Law No. 37/2004, as it is explained in its general statement, this law is based on some principles on bankruptcy such as the principles of balance, justice, as integration. The principle of business continuity followed by UUK and PKPU is the only principle exists in law on bankruptcy while the other principles of law on bankruptcy such as the principles of balance, justice, and integration can be determined in the other laws which indicate that the principle of business continuity is prioritized in its implementation. The research problems are 1) how about the principle of business continuity and the principle of balance in law on bankruptcy, 2) why the judges reject the request of debtor for PKPU and declares bankruptcy in the Supreme Court’s Ruling No. 156PK/Pdt.Sus/2012, and 3) how about the implementation of the principle of business continuity and the principle of balance in the case of bankruptcy according to the Supreme Court’s Rulings No. 156PK/Pdt.Sus/2012 and No. 549K/Pdt.Sus-Pailit/2016. The research used juridical normative and descriptive analytic method. The data were gathered by conducting library research and field research method through documentation and interviews. They were analyzed qualitatively, and the conclusion was drawn deductively (from general to specific). The result of the research showed that the principle of business continuity and the principle of balance, especially in handling bankrupt property, are regulated in Article 104, paragraphs 1 and 2, Article 178, paragraph 2, Articlle 179, paragraphs 1 and 2, and Article 184, paragraph 2 and Article 242, paragraph 2 of UUK and PKPU. The consideration of the Supreme Court’s Judges in the Ruling No. 156 PK/Pdt.Sus/2012 to reject debtor’s PKPU and declare bankrupt because the problem is in the status of FIRMA LITHA & CO as the legal subject in the PKPU. Actually, the legal subject has to be the persons who manage it, and not the business since it is not legal entity so that it cannot become a legal subject. The principle of business continuity is usually implemented as long as debtor’s business is still potential and has good prospects. The principle of balance is important breaking-down in determining the correlation of legal infrastructures and the legal principles of bankruptcy with the other parties.en_US
dc.description.abstractDalam peraturan perundang-undangan yang lama yakni Faillisementsverordening, Perpu No. 1 Tahun 1998 tentang Kepailitan, dan Undang-Undang No. 4 Tahun 1998 tentang Kepailitan tidak diatur secara khusus asas-asas yang berlaku dalam kepailitan. Berbeda halnya dengan Undang-Undang No. 37 tahun 2004 sebagaimana disebutkan dalam penjelasan umumnya keberadaan undang-undang ini didasarkan pada beberapa asas dalam kepailitan. Asas-asas tersebut antara lain adalah asas keseimbangan, asas kelangsungan usaha, asas keadilan dan asas integrasi. Asas kelangsungan usaha yang sebagaimana dianut oleh UUK dan PKPU merupakan satu-satunya asas yang hanya ada dalam hukum kepailitan, sedangkan asas-asas hukum kepailitan lainnya seperti asas keseimbangan, asas keadilan dan asas integrasi dapat ditentukan pada bidang hukum lainnya, hal ini menunjukkan bahwa asas kelangsungan usaha ini memiliki sifat priority yang berarti didahulukan atau diutamakan dalam penerapannya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana asas kelangsungan usaha dan asas keseimbangan dalam hukum kepailitan?, 2) Mengapa didalam putusan MA Nomor 156PK/Pdt.Sus/2012 hakim mahkamah agung menolak debitur dimohonkan pkpu dan dinyatakan pailit?, 3) Bagaimana penerapan asas kelangsungan usaha dan asas keseimbangan dalam perkara kepailitan putusan MA Nomor 156 PK/Pdt.Sus/2012 dan putusan Nomor 749K/Pdt.Sus-Pailit/2016?. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat yuridis normatif, dan penelitian ini bersifat deskriftif analisis. Teknik pengumpulan data akan dilakukan melalui library research dan field research, yang didapatkan melalui studi dokumen dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan ditarik kesimpulan secara deduktif yaitu dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap Pengaturan asas kelangsungan usaha dan asas keseimbangan khususnya dalam pemberesan harta pailit diatur dalam Pasal 104 ayat 1 dan 2, Pasal 178 ayat 2, Pasal 179 ayat 1 dan 2, dan Pasal 184 ayat 2 dan Pasal 242 ayat 2 UUK dan PKPU. Pertimbangan Hukum Hakim Mahkamah Agung Terhadap Putusan No. 156 PK/Pdt.Sus/2012 yang mana menolak debitor dimohonkan PKPU dan dinyatakan Pailit ialah karena yang menjadi permasalahannya terletak pada status FIRMA LITHA & CO dikatakan sebagai subjek hukum dalam hal dimohonkan PKPU. Yang seharusnya menjadi subjek hukumnya adalah orang-orang yang menjadi pengurusnya, bukan badan usaha itu sendiri karena ia bukanlah badan hukum sehingga tidak dapat menjadi subjek hukum. Penerapan asas kelangsungan usaha adalah sesuatu yang lazim diterapkan sepanjang usaha debitor masih mempunyai potensi dan prospek. Penerapan asas keseimbangan adalah suatu dobrakan penting untuk dapat menetapkan bagaimana hubungan antara pada satu pihak, pranata-pranata hukum yang ada dan asas-asas hukum kepaillitan Indonesia dengan pada lain pihak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectHukum Kepailitanen_US
dc.subjectAsas Kelangsungan Usahaen_US
dc.subjectAsas Keseimbanganen_US
dc.titlePenerapan Asas Kelangsungan Usaha Dan Asas Keseimbangan Dalam Perkara Kepailitan (Studi Putusan MA Nomor 156PK.PDT.SUS/2012 DAN PUTUSAN 749K/PDT.SUS-PAILIT/2016)”en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik167011133


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record