Show simple item record

dc.contributor.advisorSyarani, Fajrinur
dc.contributor.advisorSinaga, Bintang YM
dc.contributor.authorPrasetyo, Nugroho Eko
dc.date.accessioned2020-07-06T03:17:32Z
dc.date.available2020-07-06T03:17:32Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26575
dc.description74Halamanen_US
dc.description.abstractBackground and Aims : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is an infectious disease respiratory system, developing after 48 hours after intubation, which is assisted by using mechanical ventilators both before proven pneumonia before, VAP number of events is always increasing, and leads to increase time in the Installation Care Unit (ICU). Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) is a tool used to diagnose VAP of intubated patient who have more than 48 hours, with score CPIS ≥ 6 so their will be an VAP. The aim this study is identify the association between VAP patients mortality outcome with CPIS. Methods : Retrospective Study was conducted on 43 ICU patients and found 23 VAP. Data were collected from medical records patients from January 2017 – December 2018. The data was analyzed using chi square test to measure association of outcome VAP patient mortality with CPIS. Result : VAP patients, 47.8 % were male and 52.2 % were female, out of total patients with VAP 30.2% has died, and there was no significant association outcome between the assessment of the mortality VAP patients with CPIS. Conclusion : There was no significant association between outcome of mortality VAP patients with CPISen_US
dc.description.abstractLatar Belakang dan Tujuan : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan penyakit infeksi pada sistem pernafasan, yang terjadi setelah 48 jam setelah intubasi, yang menggunakan ventilator mekanik sebelum ada bukti pneumonia sebelumnya. Angka kejadian VAP selalu meningkat dan dapat meningkatkan waktu perawatan di Instalasai Perawatan Inensif (IPI). Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendiagnosis VAP pada pasien yang terintubasi yang lebih dari 48 jam, dengan CPIS pada skor ≥ 6 pasien terdiagnosa VAP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan kematian pasien VAP dengan menggunakan CPIS. Metode : Studi retrospektif dilakukan pada 43 pasien IPI dan ditemukan 23 pasien VAP . Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dari Januari 2017 - Desember 2018. Data diproses menggunakan uji chi square untuk mengukur hubungan kematian pasien VAP dengan CPIS. Hasil : Pasien dengan VAP 47,8 % adalah laki-laki dan 52,2% adalah perempuan, jumlah total pasien VAP yang meninggal 30,2%, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara penilaian hubungan kematian pasien VAP dengan CPIS. Kesimpulan : Dalam penelitian ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara hubungan kematian pasien VAP dengan CPIS.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectVentilator Associated Pnemoniaen_US
dc.subjectClinical Pulmonary Infection Scoreen_US
dc.subjectPrognosis Kematian VAPen_US
dc.titlePenilaian mortalitas pasien Ventilator Associated Pneumonia berdasarkan Clinical Pulmonary Infection Score di instalasi Perawatan Intensif di RSUP H Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Indonesiaen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik167041075


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record