Show simple item record

dc.contributor.advisorFikri, Erjan
dc.contributor.advisorLelo, Aznan
dc.contributor.authorSiregar, Erwin Sahat Hamonangan
dc.date.accessioned2020-07-06T03:24:19Z
dc.date.available2020-07-06T03:24:19Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26576
dc.description52 Halamanen_US
dc.description.abstractIntroduction: Intussusception is a condition in which part of the intestine slides into an adjacent part of the intestine. Intussusception is an important cause of an acute abdomen and the second most common cause of bowel obstruction in children. The classic triad of intussusception, including vomiting, abdominal colic pain, and bloody stool. However, the triad has only been reported in <50% cases. This study is aimed to evaluate the clinical manifestation, vital signs, and bowel viability in pediatric intussusception. Methods: This is an observational retrospective study with total sampling. Results: Based on clinical characteristics, there were 44.44% subjects who had manifestations for 2-3 days. Ileocolic was the most common location (77.78%). Majority of the subjects did not have the classic triad (66.67%), had red currant jelly stool (62.96%), did not have abdominal mass (59.26%), complained of abdominal pain (70.37%), did not have abdominal distention (74.07%), did not vomit (55.5%), was lethargic (59.26%), and had viable bowel (62.96%). Conclusion: This study found that the most common manifestations of intussusception in children were abdominal pain, red currant jelly stool, and lethargy, with viable bowel and located at ileocolic.en_US
dc.description.abstractPendahuluan: Intususepsi adalah invaginasi suatu bagian dari usus halus ke bagian lainnya. Intususepsi juga merupakan penyebab gawat abdomen akut dan penyebab obstruksi kedua tersering pada kelompok anak. Adapun gejala trias klasik yaitu muntah, nyeri kolik abdomen, dan feses berdarah. Namun, gejala trias ini dilaporkan hanya terjadi pada <50% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala klinis, tanda-tanda vital dan viabilitas usus pada intususepsi pediatrik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain retrospektif, dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil: Berdasarkan karakteristik klinis, sebanyak 44,44% sampel mengalami durasi gejala 2-3 hari. Lokasi ileocolic merupakan lokasi paling sering (77,78%). Mayoritas sampel tidak mengalami trias gejala intususepsi (66,67%), mengalami red currant jelly stool (62,96%), tidak ditemukan massa abdomen (59,26%), mengeluhkan nyeri abdomen (70,37%), tidak mengalami distensi abdomen (74,07%), tidak emesis (55,56%), letargi (59,26%), dan mempunyai viabilitas usus yang baik (62,96%) orang sampel lainnya masih dengan viabilitas yang baik. Dominan sampel mempunyai tanda vital yang normal. Kesimpulan: Manifestasi intususepsi pada anak yang paling sering ditemukan pada penelitian ini adalah nyeri abdomen, red currant jelly stool, letargi, dengan viabilitas usus yang baik, lokasi ileocolicen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectIntususepsien_US
dc.subjectkarakteristiken_US
dc.subjecttriasen_US
dc.subjectviabilitasen_US
dc.titleKarakteristik Gejala Klinis, Tanda-Tanda Vital dan Viabilitas Usus Pada Intususepsi Pediatrik di RSUP H. Adam Maliken_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik167041090


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record