Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Budiman
dc.contributor.advisorPurba, Hasim
dc.contributor.advisorDevi, Keizerina
dc.contributor.authorNazran, Finna
dc.date.accessioned2020-07-20T02:09:57Z
dc.date.available2020-07-20T02:09:57Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26821
dc.description157 Halamanen_US
dc.description.abstractPeople’s economic difficulties today force them to need more budget to fulfill their life necessities. They can either apply for a loan to banks or other financial institutions. Due to its complicated procedures, difficult requirements, and particular collateral, pawn service becomes an alternative. The most frequently pawned goods is gold because it is a promising investment goods. The research problems are about the status of all parties in the financing using pawned gold in public and private pawnshops, legal liabilities of the creditor if the pawned goods are lost or broken, and the legal liabilities of debtor if ownership of the pawned gold is illegal. This is a normative juridical research with descriptive analysis. It approaches the research problems by studying prevailing laws and regulations i.e. the Civil Code, POJK (Regulations concerning Financial Service Authority), and other regulations related to this pawn. This research is done in PT. Pegadaian (Persero) and PT. Budi Gadai Indonesia. The results of the research demonstrate that, regarding the legal status of all parties in which there is a borrower i.e. the debtor and a pawn broker i.e. the creditor, all parties have equal rights and obligations that they have to fulfill in order to run the gold pawning process well without any obstacles. The legal liabilities for the gold which is pawned, lost, or broken, is that the creditor is responsible to compensate all loss that has been intentionally and unintentionally caused, since pawned goods are not the responsibilities of the debtor. Regarding the legal liabilities of the debtor, if the pawned goods are proven to be illegally possessed, is that the debtor has to be responsible for all loss endured by the real owner and the creditor who provided the financing. It is necessary to exercise rights and obligations fairly by each party so that their legal status will not cause any conflict in the pawn process in the future. The process of compensation for the debtor whose gold is broken or loss has to be in accordance with and does not harm the debtor or burden the creditor. The gold should also be further verified for details to prevent problems about legality of its ownership. It is also important to make specific laws governing pawns in accordance with today’s development.en_US
dc.description.abstractKesulitan perekonomian masyarakat saat ini, mengharuskan masyarakat membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Membutuhkan dana dapat mengajukan pinjaman uang ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Prosedurnya yang rumit serta persyaratan yang sulit dipenuhi serta jaminannya harus barang-barang tertentu, maka jasa gadai menjadi alternatif. Barang berharga yang paling sering digadaikan adalah logam mulia emas, karena emas adalah barang investasi yang menjanjikan. Dalam proses gadai emas ini terdapat beberapa permasalahan yang umum terjadi yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini yaitu mengenai kedudukan para pihak dalam pembiayaan dengan gadai emas ini baik di pegadaian pemerintah maupun pergadaian swasta, serta pertanggungjawaban kreditur jika barang yang digadaikan hilang atau rusak dan pertanggungjawaban debitur terhadap legalitas kepemilikan emas yang digadaikan tersebut. Jenis penelitian tesis ini menggunakan penelitian yuridis normatif, yang bersifat deskriptif analitis dimana pendekatan terhadap permasalahan dilakukan dengan mengkaji ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu KUHPerdata dan POJK serta peraturan-peraturan lainnya yang terkait dengan gadai ini. Penelitian ini dilakukan di PT. Pegadaian (Persero) dan PT. Budi Gadai Indonesia. Dari hasil penelitian ini, kedudukan hukum para pihak dimana terdapat pemberi gadai yaitu debitur serta pemegang gadai yaitu kreditur mempunya hak dan kewajiban yang seimbang yang harus terpenuhi sehingga proses gadai emas ini berjalan tanpa terkendala. Dalam hal pertanggungjawaban kreditur atas emas yang digadai hilang atau rusak, maka kreditur mempunyai tanggung jawab dalam mengganti segala kerugian yang disebabkannya baik sengaja ataupun tidak disengaja, karena barang gadai merupakan tanggung jawab daripada sipemegang gadai. Dalam hal pertanggungjawaban debitur, jika ternyata barang gadai terbukti tidak legal kepemilikannya, maka pemberi gadai harus dapat bertanggung jawab atas kerugian oleh pemilik aslinya serta kreditur yang memberikan pembiayaan ini. Perlunya dijalankan hak dan kewajiban ini secara adil bagi masing-masing pihak agar kedudukan hukumnya tidak menimbulkan konflik nantinya dalam proses gadai emas ini, serta proses ganti kerugian terhadap debitur yang gadai emasnya rusak atau hilang haruslah sesuai dan tidak merugikan debitur dan juga tidak memberatkan kreditur, juga emas yang digadaikan sebaiknya perlu diverifikasi lagi secara detail agar permasalahan-permasalahan mengenai legalitas kepemilikan barang gadai yang ada saat ini dapat dicegah dari awal.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectGadai Emasen_US
dc.subjectJaminan Emasen_US
dc.subjectPembiayaan Gadaien_US
dc.titlePertanggungjawaban Para Pihak dalam Pembiayaan dengan Jaminan Gadai Emas Melalui Pegadaian Pemerintah dan Pergadaian Swasta (Studi di PT. Pegadaian (Persero) dan PT. Budi Gadai Indonesia)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177011217


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record