Show simple item record

dc.contributor.advisorHasan, Harris
dc.contributor.advisorAndra, Cut Aryfa
dc.contributor.authorGinting, Imy
dc.date.accessioned2020-07-20T02:49:01Z
dc.date.available2020-07-20T02:49:01Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26826
dc.description91 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground : Acute myocardial infarction is an event in which regional myocardial ischaemia results from the process of atherosclerosis in the coronary arteries. Acute myocardial infarction can cause systolic and diastolic dysfunction. Diastolic dysfunction that occurs is a result of impaired relaxation of the heart muscle in the diastolic phase due to the ischemia process. The more extensive the infarction, the more disturbed the ventricular relaxation will be, making the degree of diastolic dysfunction even more severe.. Methods : Patients with acute non-ST elevated myocardial infarction from December 2018 to June 2019. This cross-sectional study involved a total of 110 patients. Patients underwent ECG, laboratory, and echocardiography examination. Echocardiographic examination will assess the degree of diastolic dysfunction which is divided into three categories, namely Grade I, Grade II, and Grade III. Patients also underwent coronary angiography which assessed the severity of coronary artery lesions using the SYNTAX score. The SYNTAX score was then also divided into three categories: low (≤22), moderate (23-32), and high (≥33). Result : Of the total 110 patients, there were 50 (45.5%) people with Grade I diastolic dysfunction, 30 (27.3%) people with Grade II diastolic dysfunction, and 30 (27.3%) people with Grade III diastolic dysfunction. In the analysis of the relationship between the degree of diastolic dysfunction with the SYNTAX score, a significant relationship was found (p value <0.001). In this study also conducted an analysis of the relationship between the degree of diastolic dysfunction with qualitative visual findings on vessel involvement (normal coronary, CAD 1VD, CAD 2VD, and CAD 3VD) which also found a significant relationship with p value <0.001 Conclusions : There was a significant relationship between the degree of left ventricular diastolic dysfunction and the severity of coronary artery lesions, both quantitatively assessed using the SYNTAX score, as well as qualitative visual findings on coronary artery lesions.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang : Infark miokard akut adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya iskemia miokard regional akibat proses aterosklerosis pada arteri koroner. Pada infark miokard akut dapat menyebabkan disfungsi sistolik dan diastolik. Disfungsi diastolik yang terjadi adalah akibat dari gangguan relaksasi otot jantung pada fase diastolik akibat proses iskemia. Semakin luas infark maka akan semakin terganggu relaksasi ventrikel sehingga menyebabkan derajat disfungsi diastolik semakin berat. Metode : Pasien dengan infark miokard akut non ST elevasi sejak Desember 2018 hingga Juni 2019. Studi potong lintang ini melibatkan total 110 pasien. Pasien dilakukan pemeriksaan EKG, laboratorium, dan ekokardiografi. Pemeriksaan ekokardiografi akan menilai derajat disfungsi diastolik yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu Grade I, Grade II, dan Grade III. Pasien juga dilakukan kateterisasi yang dinilai severitas lesi arteri koroner menggunakan skor SYNTAX. Skor SYNTAX kemudian juga dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah (≤22), sedang (23-32), dan tinggi (≥33). Hasil : Dari total 110 pasien, terdapat 50 (45.5 %) orang dengan disfungsi diastolik Grade I, 30 (27.3 %) orang dengan disfungsi diastolik Grade II, dan 30 (27.3 %) orang dengan disfungsi diastolik Grade III. Pada analisis hubungan antara derajat disfungsi diastolik dengan skor SYNTAX dijumpai hubungan yang signifikan dengan nilai p <0.001. Pada penelitian ini dilakukan juga analisis hubungan antara derajat disfungsi diastolik dengan temuan visual kualitatif pada keterlibatan vessel (normal koroner, CAD 1VD, CAD 2VD, dan CAD 3VD) yang juga dijumpai hubungan yang signifikan dengan nilai p <0.001. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat disfungsi diastolik ventrikel kiri dengan severitas lesi arteri koroner, baik yang dinilai secara kuantitatif menggunakan skor SYNTAX, maupun temuan visual kualitatif pada lesi arteri koroner.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectDisfungsi Diastolik Ventrikel Kirien_US
dc.subjectSkor SYNTAXen_US
dc.subjectInfark Miokard Akuten_US
dc.titleHubungan Derajat Disfungsi Diastolik Ventrikel Kiri dengan Severitas Lesi Arteri Koroner pada Penderita Infark Miokard Akut Non St Elevasi di RSUP Haji Adam Malik Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157041092


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record