Show simple item record

dc.contributor.advisorHanafie, Achsanuddin
dc.contributor.advisorArshad, M
dc.contributor.authorWibowo, Wicak Kunto
dc.date.accessioned2020-07-20T03:02:30Z
dc.date.available2020-07-20T03:02:30Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/26827
dc.description100 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground: Most surgeries require general anesthesia, where one of its complication is sore throat. Sore throat can reduce patient’s satisfaction and increase postoperative discomfort ranging from 17% to 76%. Some way to reduce this complication are to restrict physical trauma arising from instrumentation and airway manipulation. Purpose: To determine the difference in throat pain by administering intravenous dexamethasone versus intravenous NaCl 0,9% in postoperative patients with general anesthesia endotracheal tube at Haji Adam Malik General Hospital, Medan. Methods: This research is an experimental research with a double-blind randomized research design. After obtaining approval from the Ethics Committee, Medical Faculty, University of North Sumatra, Medan, 62 samples were collected, ages 21-60 years, PS-ASA I-II, agree to participate, informed consent approval, and operating time < 3 hours. After being calculated statistically, all samples were randomly divided into 2 groups. Group A received 10 mg dexamethasone and group B received NaCl 0,9%. Data were tested with the Mann Whitney Test with a significance of p<0.05 Result: The mean VAS value in patients who was given by dexamethasone were VAS 2 for T1 and T2, and VAS 1 for T3 and T4. The mean VAS value in patients who was given by NaCl 0.9% were VAS 3 for T1, VAS 2 for T2 and T3, and VAS 1 for T4. Conclusion: There was a statistically significant difference after administering dexamethasone compared with NaCl 0,9%.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Sebagian besar pembedahan memerlukan tindakan anestesi umum, di mana salah satu komplikasi adalah nyeri tenggorokan. Nyeri tenggorokan dapat menurunkan kepuasan pasien dan meningkatkan ketidaknyamanan paska operasi berkisar antara 17% hingga 76%. Langkah untuk mengurangi komplikasi ini adalah membatasi trauma fisik yang timbul akibat instrumentasi dan manipulasi saluran napas. Tujuan: Mengetahui perbedaan nyeri tenggorokan dengan pemberian deksametason intravena dibandingkan NaCl 0,9% intravena pada pasien paska operasi dengan general anesthesia endotracheal tube di RSUP Haji Adam Malik Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen acak tersamar ganda. Setelah disetujui oleh Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan, dikumpulkan 62 sampel, usia 21-60 tahun, PS-ASA I-II, setuju untuk ikut serta, dan menandatangani informed consent, dan durasi operasi <3 jam. Setelah dihitung secara statistik, seluruh sampel dibagi acak menjadi 2 kelompok. Kelompok A mendapat deksametason 10 mg intravena dan kelompok B mendapat NaCl 0,9% intravena. Data hasil penelitian diuji dengan Mann Whitney dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Rerata nilai VAS pada pasien yang diberikan deksametason adalah VAS 2 untuk T1 dan T2, dan VAS 1 untuk T3 dan T4. Rerata nilai VAS pada pasien yang diberikan NaCl 0,9% adalah VAS 3 untuk T1, VAS 2 untuk T2 dan T3, dan VAS 1 untuk T4. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang bermakna secara statistik setelah pemberian deksametason dibandingkan NaCl 0,9%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAnestesi Umumen_US
dc.subjectNyeri Tenggorokanen_US
dc.subjectVASen_US
dc.subjectDeksametasonen_US
dc.titlePerbandingan Kejadian Nyeri Tenggorokan Pasien Paska Operasi dengan General Anesthesia Endotracheal Tube Setelah Pemberian Deksametason dan Nacl 0,9% di RSUP Haji Adam Malik Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157041108


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record