Show simple item record

dc.contributor.advisorManurung, Renita
dc.contributor.authorAlexander
dc.date.accessioned2018-05-21T05:25:19Z
dc.date.available2018-05-21T05:25:19Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/3076
dc.description130405089en_US
dc.description.abstractIn this research, Crude Palm Oil (CPO) was used as raw material to produce esther. CPO used in this research has FFA concentration of 4.17% and water content of 0.98%. Transesterification was done using potassium hydroxide (KOH) and methanol (CH3OH). Reaction was done at temperature of 65oC, reaction time of 1.5 hours, with the molar ratio of methanol : CPO = 9 : 1 and catalyst concentration of 1%. Esther washing process was done using aquadest. Potassium carbonate (K2CO3) and glycerol were used as material to synthesize DES. DES synthesize temperature was 80oC, mixing time was 1 hour, mixing speed was 300 rpm and molar ratio of K2CO3 : glycerol was varied, 1:5; 1:6 and 1:7. Extraction process was done by mixing n-hexane with esther and methanol with DES. Vitamin E and carotenoids recovery was done using water-hexane washing with the ratio of 1:4. The effects of molar ratio of K2CO3 : glycerol and mass ratio of esther : DES on minor component extraction and esther purity were observed and learned. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) analysis results showed that mass ratio of esther : DES gave a significant effect on concentration of extracted vitamin E, but not gave a significant effect on concentration of extracted carotenoids, which 1:7 molar ratio of K2CO3 : glycerol with 1:4,0 mass ratio of esther : DES gave the best vitamin E extraction result, with vitamin E concentration of 406,10 ppm and 1:5 molar ratio of K2CO3 : glycerol with 1:4,0 mass ratio of esther : DES gave the best vitamin E extraction result, with carotenoids concentration of 376,00 ppm. Gas Chromatography (GC) analysis results showed that minor component extraction using K2CO3-glycerol based DES can increase the purity of esther, which raw esther has purity of 85,7550%. Highest purity of esther obtained using 1:5 molar ratio of K2CO3 : glycerol and 1:2,0 mass ratio of esther : DES, which the purity achieved was 97,8314%, thus the esther was suitable to be used as biodiesel.en_US
dc.description.abstractDalam penelitian ini, Crude Palm Oil (CPO) digunakan sebagai bahan baku pembuatan ester. CPO yang digunakan memiliki 4,17% konsentrasi asam lemak bebas (FFA) dan memiliki kadar air 0,98%. Proses transesterifikasi menggunakan kalium hidroksida (KOH) dan metanol (CH3OH). Suhu reaksi 65oC, waktu reaksi 1,5 jam, perbandingan molar metanol dengan CPO adalah 9: 1 dan konsentrasi katalis 1,0%. Proses pencucian ester menggunakan aquadest. DES yang digunakan adalah DES berbasis Kalium Karbonat (K2CO3) dengan HBD gliserol. Suhu sintesis DES adalah 80oC, waktu pengadukan adalah 1 jam, kecepatan pengadukan adalah 300 rpm dan variasi rasio molar K2CO3: gliserol adalah 1:5, 1:6 dan 1: 7. Proses ekstraksi dilakukan dengan mencampurkan n-heksan dengan ester dan metanol dengan DES. Recovery vitamin E dan karotenoid dilakukan dengan pencucian menggunakan air-heksan dengan rasio 1:4. Variabel yang dipelajari adalah pengaruh rasio molar K2CO3 : gliserol dan massa ester : DES terhadap ekstraksi vitamin E, karotenoid dan kemurnian ester. Hasil analisis High Performance Liquid Chromatography (HPLC) menunjukkan bahwa rasio ester terhadap DES berpengaruh dengan jelas terhadap konsentrasi vitamin E yang diekstrak namun tidak berpengaruh banyak terhadap konsentrasi karotenoid yang diekstrak, dimana DES dengan rasio molar K2CO3 terhadap gliserol 1:7 adalah DES yang paling efektif untuk ekstraksi vitamin E dalam ester dengan rasio massa ester:DES 1:4,0 dimana diperoleh konsentrasi vitamin E 406,10 ppm dan DES dengan rasio K2CO3 terhadap gliserol 1:5 adalah DES yang paling efektif untuk ekstraksi karotenoid dalam ester dengan rasio massa ester:DES 1:4,0, hal ini dapat disimpulkan dari rendahnya konsentrasi karotenoid yang tidak terekstrak, yaitu 376,00 ppm. Hasil analisis Gas Chromatography (GC) menunjukkan bahwa ekstraksi komponen minor menggunakan DES berbasis K2CO3 : gliserol dapat meningkatkan kemurnian ester, dimana kemurnian metil ester mentah adalah 85,7550%. Kemurnian tertinggi metil ester yang dicapai dengan menggunakan DES dengan rasio K2CO3:gliserol 1:5, pada penggunaan rasio ester : DES 1:2,0 dengan kemurnian ester 97,8314% sehingga layak dikategorikan sebagai biodiesel berdasarkan kemurniannya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectDeep Eutectic Solventen_US
dc.subjectExtractionen_US
dc.subjectCarotenoidsen_US
dc.subjectMethyl Estheren_US
dc.subjectVitamin Een_US
dc.titleEkstraksi Komponen Minor dari Metil Ester Sawit Menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) Berbasis K2CO3 dengan Hydrogen Bond Donor (DES) Gliserolen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record