Show simple item record

dc.contributor.authorLubis, Rodiah Rahmawaty
dc.date.accessioned2018-05-25T04:20:40Z
dc.date.available2018-05-25T04:20:40Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/3256
dc.descriptionRodiah Rahmawaty Lubisen_US
dc.description.abstractBlefarofimosis, ptosis, sindrom epikantus inversus (BPES) adalah gangguan yang jarang ditemukan yang diturunkan sebagai secara autosomal dominan. Blefarofimosis adalah penyempitan horizontal dari fisura palpebra (celah mata). Gejala utama dari gangguan ini adalah penyempitan horizontal dari fisura palpebra (celah mata) yaitu blefarofimosis, lipatan vertikal kulit dari kelopak mata bawah sampai kedua sisi hidung (epicanthus inversus), dan kelopak mata atas jatuh kebawah (ptosis). Terdapat dua jenis sindrom yaitu Tipe I BPES yang melibatkan infertilitas wanita dan diturunkan sebagai sifat genetik autosomal dominan. Salah satu orang tua dengan sindroma BPES tipe I, 50% dapat menurunkan kepada anak-anaknya. Tipe II BPES juga diturunkan secara autosomal dominan. Tipe II BPES tidak terkait dengan infertilitas wanita. Dalam sindrom ini, dijumpai flat nasal bridge dan hipoplastic orbital rim.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSindroma Blefarofimosisen_US
dc.titleSindroma Blefarofimosisen_US
dc.typeKarya Tulis Dosenen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record