Show simple item record

dc.contributor.advisorYamin, Muhammad
dc.contributor.advisorSembiring, Idha Aprilyana
dc.contributor.advisorBarus, Utary Maharany
dc.contributor.authorSaputri, Dewi Eka
dc.date.accessioned2018-02-21T04:06:41Z
dc.date.available2018-02-21T04:06:41Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/446
dc.description137011165en_US
dc.description.abstractIn the implementation of financing, a Sharia bank must fulfill two aspects, namely sharia and economical aspects. Mudharabah financing is a mandate and trust financing. In other words, a bank as the capital owner provides it fund after feeling certain of the skill and moral of the managers in managing their business. It is not allowed to ask for collateral to the managers because it is merely the capital manager. In the reference from Fiqih and fatwa of MUI (Indonesian Council of Ulama), collateral in mudhrabah financing is not required. However, it does not mean that the capital manager is released from the collateral system in the implementation of the mudharabah agreement, which is in accordance with the provisions stipulated in the Law of Banking, that collateral is one thing to be considered by the bank or any other sharia financing agencies because people’s fund has to be secured in order that it will not harm the society as the clients, the bank, or the sharia agency itself. The problems of the research were how about the implementation of mudharabah financing in Bank Syariah Mandiri, Lhoksemawe Branch Office in accordance with the Islamic Law, how about the implementation of collateral in the mudharabah financing in Bank Syariah Mandiri, Lhoksemawe Branch Office according to the Islamic Law, and how about the role of a notary related to the collateral binding in the mudharabah financing by Bank Syariah Mandiri, Lhoksemawe Branch Office. In order to give answers to these problems, the research used empirical judicial approach with qualitative descriptive method which analyzed the primary, secondary, and tertiary data, and conducted interviews. Based on the research, it could be concluded that mudharabah agreement is made on the grounds of Quran, Hadiths, the Fatwa of MUI, and the Law of Sharia Banking on the Law of Banking in general. Mudharabah financing is principally done without any collateral from the customers, however, in practice, the Bank still request for collateral from the fund manager in order to prevent any deviance by the manager so that it reduces the risk over the payment. The implementation of the collateral in practice is based on two grounds, namely to secure stockholders’ trust on the agency and the society’s situation and condition today which have been altered in regard of commitment to the noble values, such as trust and honesty. In the collateral binding, a notary still plays a role in the mudharabah agreement because he/she is the mediator and as the state apparatus who has been appointed an authentic deed maker by the Law. An authentic deed maker functions as the guarantor of the parties who made the agreement binding.en_US
dc.description.abstractDalam pelaksanaan pembiayaan, bank syariah harus memenuhi dua aspek yaitu aspek syariah dan aspek ekonomi. Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan yang bersifat amanah atau kepercayaan. Maksudnya, bank sebagai pemilik modal memberikan dananya setelah merasa yakin akan skill serta moral pihak pengelola dalam mengelola bisnisnya. Bank tidak diperkenankan meminta jaminan kepada pengelola karena hanyalah sebagai pengelola modal. Dalam literatur fiqih dan fatwa MUI, jaminan dalam pembiayaan mudharabah tidak diperlukan. Namun bukan berarti dalam pelaksanaan pembiayaan mudharabah pihak pengelola dana dilepaskan dari sistem jaminan, hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan UU Perbankan, jaminan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh bank atau lembaga keuangan syariah mengingat dana masyarakat harus dilindungi agar jangan sampai merugikan masyarakat selaku nasabah, maupun pihak bank atau lembaga keuangan syariah itu sendiri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Lhokseumawe menurut Hukum Islam, Bagaimana penerapan jaminan kebendaan dalam pelaksanaan pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Lhokseumawe menurut Hukum Islam, serta Bagaimana peranan notaris terkait dengan pengikatan jaminan kebendaan pada pembiayaan mudharabah oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Lhokseumawe. Untuk menjawab permasalahan pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yang bersifat kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif dengan cara menganalisis data primer, sekunder dan tersier serta melakukan wawancara sehingga menghasilkan jawaban dari setiap permasalahan yang dikemukakan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan pelaksanaan perjanjian mudharabah berdasarkan kitab suci Al-Quran, Al-Hadist, Dewan Fatwa MUI dan UU Perbankan Syariah maupun UU Perbankan secara umum. Pembiayaan mudharabah pada prinsipnya dilakukan tanpa perlu adanya penyerahan jaminan oleh nasabah, namun dalam prakteknya Bank tetap akan meminta jaminan dari pengelola untuk menghindari terjadinya penyimpangan oleh pengelola untuk mengurangi resiko atas pembiayaan. Penerapan jaminan kebendaan pada prakteknya didasari dua alasan yaitu agar mengamankan kepercayaan stockholder terhadap lembaga dan situasi serta kondisi masyarakat saat ini telah berubah dalam hal komitmen terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur, seperti kepercayaan (trust) dan kejujuran. Dalam pengikatan jaminan, notaris masih memiliki peranan besar dalam perjanjian mudharabah. Sebab, notaris merupakan pihak menengah dan sebagai pejabat umum yang telah ditunjuk dalam Undang-Undang sebagai pembuat akta otentik. Dimana akta otentik digunakan sebagai pegangan (penjamin) atas pihak-pihak yang melakukan ikatan perjanjian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMudharabah Agreementen_US
dc.subjectCollateralen_US
dc.subjectSharia Banken_US
dc.titleAnalisis Yuridis Pembiayaan Mudharabah Dengan Jaminan Kebendaan Pada Perbankan Syariah Menurut Hukum Islam (Studi Pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Lhokseumawe)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record