Show simple item record

dc.contributor.advisorTambunan, Rytha
dc.contributor.authorSinaga, Kartince R.
dc.date.accessioned2018-07-25T02:56:40Z
dc.date.available2018-07-25T02:56:40Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/4746
dc.description130905024en_US
dc.description.abstractSkripsi ini mendeskripsikan:“Mengenai Arsitektur Tradisional Rumah/Jabu Bolon di Desa Aek Sipitu Dai kecamatan Sianjur Mula-Mula Kabupaten Samosir . Kajian ini menjelaskan tentang bagaimana proses pendirian bangunan rumah/Jabu Bolon. Hal yang tak kalah penting adalah bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembagaian ruangan dalam jabu Bolon dan interaksi kehidupan penghuni jabu Bolon yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kualitatif bersifat deskriptif dengan metode observasi dan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Op. Jandri Habean selaku penatua adat menjelaskan pembagian ruangan jabu ada 4 (empat) bagian yaitu Jabu Bona, Jabu Soding, Jabu Suhat dan jabu Tappiring/Tampar Piring. Peneliti mencari data dengan melihat langsung dan bertanya kepada beberapa orang yang mengetahui tentang sejarah rumah/jabu Bolon dari pihak pewaris rumah dan penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini ada 2 keluarga yang menghuni Rumah/Jabu Bolon yang masih keturunan langsung dari pendiri rumah adat. Rumah/Jabu Bolon bersifat warisan turun temurun dari keluarga, Hasil lainnya ditemukan pula bahwa dalam menempati Rumah/Jabu Bolon tidak ada unsur sewa atau membayar sewa rumah/Jabu melainkan rumah/jabu jika di tempati haruslah di jaga dan di rawat agar tidak rusak. Konsep masyarakat Batak Toba yang masih dipegang teguh oleh masyarakat “Dos Ni Roha Si Baen Na Saut” dalam hal kehidupan dan membagi setiap ruangan saling suka rela dan saling berbagi satu sama lainnya di dalam merawat dan menjaga rumah/jabu . dalam kegiatan sehari-hari di dalam jabu sama-sama terbuka satu keluarga dengan keluarga yang lain, penambahan kamar memjadi lebih pribadi khusunya dalam hubungan pasutri dan menyimpan barang berharga lebih aman. Saling mengahargai antar sesama dan sifat saling menghormati sangat lah di utamakan, sehingga konflik tidak ada yang terjadi di dalam aktifitas Rumah/Jabu.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectArsitektur Tradisionalen_US
dc.subjectJabu Bolonen_US
dc.subjectPembagian Ruanganen_US
dc.titleJabu Batak Toba ( Studi Arsitektur Tradisional dan Etno Disain)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record