Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Rasudyn
dc.contributor.authorHutapea, Angela Christina
dc.date.accessioned2018-07-31T02:45:13Z
dc.date.available2018-07-31T02:45:13Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/4897
dc.description142600122en_US
dc.description.abstractIndonesia termasuk salah satu diantara negara yang masih dikatakan sebagai negara berkembang. Sebagai negara berkembang, pemerintah Indonesia berusaha untuk semaksimal mungkin meningkatkan pembangunan nasional agar dapat berjalan secara berkesinambungan. Untuk meningkatkan pembangunan nasional tersebut tidaklah lepas dari masalah pembiayaan. Dan dalam masalah pembiayaan, peranan penerimaan dana dalam negara sangatlah penting untuk dapat membantu menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan. Sumber penerimaan dana di Indonesia terdiri dari: Penerimaan Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan juga Hibah. Sekitar 75% di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber dari penerimaan pajak. Dari APBN inilah akan dialokasikan dana ke berbagai sektor seperti sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor pertahanan dan keamanan, dan lain sebagainya. Itu sebabnya pemerintah mengandalkan penerimaan dari pajak dan juga berusaha untuk meningkatkan pendapatan melalui pajak dengan menyempurnakan kebijakan dan memperbaiki sistem administrasi untuk mempermudah Wajib Pajak dalam mengikuti setiap prosedurnya. Dan pemerintah selaku lembaga yang bertugas untuk mengelola perpajakan ini ialah Direktorat Jenderal Pajak (DJP).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfisiensien_US
dc.subjectPenerapanen_US
dc.subjectE-Billingen_US
dc.titleEfesiensi Penerapan E-Billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakamen_US
dc.typeKertas Karya Diplomaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record