Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarso, Edy
dc.contributor.authorSyariyenti, Lola
dc.date.accessioned2018-08-01T02:17:07Z
dc.date.available2018-08-01T02:17:07Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/4935
dc.description141501215en_US
dc.description.abstractYellow sweet potato contains flavonoids that its efficacy has been known as antioxidants. Antioxidants neutralize free radicals and may inhibit the occurrence of cell mutations. Considering the high occurence of exposure of mutagen or carcinogens that may occur, there should be efforts to prevent it. This study aimed to test the antimutagenic effect of ethanolic extract of yellow sweet potato (EEYSP) and to analyze its effective dose to prevent cell mutation in bone marrow induced by cyclophosphamide. This study was done by experimental method, with the following stages: preparation of simplicia, extraction by percolation, EEYSP characterization examination, phytochemical screening test, antimutagenic test on mice, and data processing. A total of 25 animals were divided into 5 groups : normal control, negative control, EEYSP dose 50 mg/kg bw, EEYSP dose 100 mg/kg bw and EEYSP dose 200 mg/kg bw. Antimutagenic effects of the EEYSP were studied by counting the number of micronucleus in 200 polycromatic erythrocyte cells. The data obtained were analyzed by ANOVA and continued by Post Hoc Tuckey test in the SPSS program version 17 to determine the difference between treatments. The study indicated that EEYSP dose 100 mg/kg bw showed antimutagenic effect with the amount of micronucleus counted 30.40 ± 2.977, and EEYSP dose 200 mg/kg bw showed better result with the amount of micronucleus counted 12.80 ± 2.922. Based on these results, the EEYSP has proved to be antimutagenic.en_US
dc.description.abstractUbi jalar kuning mengandung senyawa flavonoid yang telah diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat menetralkan radikal bebas dan selanjutnya dapat menghalangi terjadinya mutasi sel. Mengingat banyaknya pemaparan mutagen atau karsinogen yang mungkin terjadi, perlu adanya upaya untuk mencegah terjadinya pemaparan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimutagenik ekstrak etanol ubi jalar kuning (EEUJK) dan menganalisa dosis yang efektif mencegah terjadinya mutasi sel pada sumsum tulang mencit yang diinduksi siklofosfamid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan tahapan sebagai berikut: pembuatan simplisia, pembuatan EEUJK dengan cara perkolasi, pemeriksaan karakterisasi EEUJK, pemeriksaan skrining fitokimia, pengujian efek antimutagenik pada mencit, dan pengolahan data. Sebanyak 25 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : kontrol normal, kontrol negatif, EEUJK dosis 50 mg/kg bb, EEUJK dosis 100 mg/kg bb dan EEUJK dosis 200 mg/kg bb. Pengujian terhadap efek antimutagenik dilakukan dengan menghitung jumlah mikronukleus dalam 200 sel eritrosit polikromatik. Data yang diperoleh dianalisis secara ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tuckey menggunakan program SPSS versi 17 untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil uji efek antimutagenik menunjukkan bahwa ekstrak EEUJK pada dosis 100 mg/kg BB sudah menunjukkan efek antimutagen dengan jumlah mikronukleus yaitu 30.40 ± 2.977, dan pada dosis 200 mg/kg BB menunjukkan efek yang lebih baik dengan jumlah mikronukleus yaitu 12.80 ± 2.922. Berdasarkan hasil tersebut, maka EEUJK terbukti bersifat antimutagenik.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAntimutagenicen_US
dc.subjectCyclophosphamideen_US
dc.subjectMicronucleusen_US
dc.subjectYellow Sweet Potatoen_US
dc.titleUji Antimutagenik Ekstrak Etanol Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas L.) pada Mencit Jantan Menggunakan Metode Mikronukleusen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record