Show simple item record

dc.contributor.advisorDalimunthe, Agusmal
dc.contributor.authorBelatif, Shahnaz
dc.date.accessioned2018-08-03T03:55:59Z
dc.date.available2018-08-03T03:55:59Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5063
dc.description141501145en_US
dc.description.abstractBackground: The requirement of an excipient used in direct compression method has good flow and compressibility properties. One of the excipients is the filler. Lactose as a filler has good stability, cheap, not hygroscopic, and also has good compressibility and flow properties. Manihot starch is an inert primary excipient, but has poor flow and compressibility properties as filler. Thus, the use of filler by combining two or more suitable excipient will give the best result compares to single excipient. The amount used of filler varies about 5-80% of weight of the tablet. Hence, overall characteristics influenced by filler characteristic. Objective: This study aimed to know the effect of different types of fillers on the preformulation test and evaluation test of effervescent tablets from combinations of cogon grass rhizome and saga leaf. Method: Characteristics of simplicia powder based on Materia Medika Indonesia. Effervescent tablets made by direct compression method at different ratio of lactose-manihot starch . F1= lactose, F2=2:1, F3=1:1, F4=1:2, F5= manihot starch and F6= avicel PH 102. Then, performed preformulation and evaluation test. Result: The results of this study showed that the characterization of simplicia powder fulfilled the requirement of Materia Medika Indonesia. All formulas fulfilled the requirement preformulation test and can be compressed. The results of tablet evaluation included weight uniformity, dissolve time, pH solution and effervescent water content fulfilled of requirements. Meanwhile friability test and hardness test did not fulfill of the requirements. F1 gave the better result than other formulas. The result of preformulation test was the angle of repose (27.37o); flow time (5.79 second); tap index (15.33%) and the result of evaluation test was weight uniformity (3.169%); hardness (3.3 kg); friability (6.822%); dissolve time (138 second); water content (3.19%); pH solution (6.4). Conclusion: The filler give effect on the preformulation test and evaluation test of effervescent tablet from combination cogon grass rhizome and saga leaf extract.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Syarat suatu bahan tambahan yang digunakan pada metode cetak langsung adalah memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik. Salah satu bahan tambahan yang digunakan adalah bahan pengisi. Laktosa sebagai bahan pengisi memiliki stabilitas yang baik, murah, tidak higroskopis, memiliki kompresibilitas dan sifat alir yang baik. Amilum manihot merupakan bahan primer yang inert, namun mempunyai sifat alir dan kompresibiltas yang kurang baik sebagai bahan pengisi. Sehingga penggunaan bahan pengisi dengan menggabungkan dua atau lebih bahan yang sesuai akan menghasilkan sifat unggul dibandingkan dengan penggunaan bahan tunggal. Jumlah bahan pengisi yang dibutuhkan bervariasi, berkisar 5-80% dari bobot tablet sehingga sifat tablet secara keseluruhan dipengaruhi oleh sifat bahan pengisi. Tujuan: Mengetahui pengaruh jenis bahan pengisi terhadap terhadap hasil uji preformulasi dan hasil uji tablet efervesen dari kombinasi ekstrak akar alang-alang dan daun saga. Metode: Karakterisasi serbuk simplisia berdasarkan Materia Medika Indonesia. Tablet efervesen dibuat secara metode cetak langsung dengan perbandingan laktosa-amilum manihot yang berbeda. F1=laktosa, F2=2:1, F3=1:1, F4= 1:2, F5= amilum manihot dan F6=avicel PH 102. Kemudian dilakukan uji preformulasi dan uji evaluasi tablet. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi simplisia memenuhi persyaratan Materia Medika Indonesia. Uji preformulasi keenam formula memenuhi persyaratan dan dapat dicetak. Hasil evaluasi tablet meliputi uji keseragaman bobot, waktu larut, pH larutan dan kadar air efervesen memenuhi persayaratan. Sedangkan uji friabilitas dan uji kekerasan tablet tidak memenuhi persyaratan. F1 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan lima formula lainnya. Hasil uji preformulasi F1 adalah sudut diam 27,37o; waktu alir 5,79 detik; indeks tap 15,33% dan hasil uji evaluasi adalah uji keseragaman bobot tablet 3,169%; uji kekerasan 3,3 kg; uji friabilitas 6,822%; uji waktu larut 138 detik; uji kadar air 3,19% dan uji pH larutan 6,4. Kesimpulan: Bahan pengisi memberikan pengaruh terhadap pengaruh terhadap hasil uji preformulasi dan hasil uji evaluasi tablet efervesen dari kombinasi ekstrak akar alang-alang dan daun saga.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectFilleren_US
dc.subjectEffervescent Tableten_US
dc.subjectPreformulation Testen_US
dc.subjectEvaluation Test Of Effervescent Tableten_US
dc.titlePengaruh Bahan Pengisi pada Tablet Efervesen dari Kombinasi Ekstrak Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv) dan Daun Saga (Abrus precatorius L.) Menggunakan Metode Cetak Langsungen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record