Show simple item record

dc.contributor.advisorDalimunthe, Agusmal
dc.contributor.authorVeronica
dc.date.accessioned2018-08-06T08:24:16Z
dc.date.available2018-08-06T08:24:16Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5103
dc.description141501131en_US
dc.description.abstractBackground: Saga leaves (Abrus precatorius L.) is one of the herbal plants that is used from generation to generation as throat infection relief, as it contains antimicrobial activity. Saga mouthwash, syrup and conventional tablet have been marketed. But these dosage forms were mediocre and relatively boring so the researcher is intrigued to modify it into newer and more fascinating dosage form which is effervescent tablet. Objective: to determine whether saga leaves dried extract with various filler could be made into effervescent tablet and to assess the antibacterial activity towards Staphylococcus aureus. Method: Thick saga leaves extract was prepared with maseration method using ethanol 80% solvent and subsequently dried using lactose with the ratio of thick extract and lactose was 1:3. Effervescent tablet was prepared using direct compression method by varying filler to assess characteristic of tablets. The filler that were used include FI (lactose granules), FII (combination of lactose-amylum granules (2:1)), FIII (combination of lactose-amylum granules (1:1)), FIV (combination of lactose-amylum granules (1:2)), FV (amylum granules), and FVI (Avicel PH 102). The best formula then was assessed for its antibacterial activity. Result: The result showed that all tablets could be compressed with satisfactory dissolving time, ranging from 42 to 135 seconds. Weight uniformity for every formula passed the required value. Whereas, the value of hardness and friability of tablet was substandard. The pH of solution was ranging from 6.0-6.63. Lastly, effervescent tablet showed antibacterial activity, with partial inhibition zone of 10.35 mm, which hadn’t fulfilled the required value by Farmakope Indonesia IV of 14-16 mm. Conclusion: It could be concluded that all formulae could be prepared as tablets, with FI producing the best result. The best result was determined by assessing its dissolving time and weight uniformity that is within the required value, satisfactory hardness, friability and pH level relative to other formulae. Effervescent tablet showed ineffective activity towards Staphylococcus aureus.en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Daun saga (Abrus precatorius L.) merupakan tanaman herbal yang digunakan secara turun temurun untuk membantu mengatasi sariawan, batuk, dan radang tenggorokan karena adanya komponen antibakteri. Telah beredar sediaan larutan kumur, sirup dan tablet biasa di pasaran. Akan tetapi, sediaan konvensional ini relatif kurang menarik sehingga peneliti tertarik untuk mengembangkannya ke dalam bentuk sediaan lain yang lebih unik yaitu tablet efervesen. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ekstrak kering daun saga dengan variasi bahan pengisi dapat dicetak menjadi tablet efervesen serta uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode Penelitian: Pada penelitian ini, ekstrak kental daun saga dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 80% yang kemudian dikeringkan dengan laktosa dengan perbandingan ekstrak kental dengan laktosa yaitu 1:3. Tablet efervesen dibuat dengan metode cetak langsung dengan memvariasikan bahan pengisi untuk melihat karakteristik tablet. Bahan pengisi yang digunakan yaitu FI (granul laktosa), FII (granul kombinasi laktosa-amilum (2:1)), FIII (granul kombinasi laktosa-amilum (1:1)), FIV (granul kombinasi laktosa-amilum (1:2)), FV (granul amilum), dan FVI (Avicel PH 102). Formula terbaik yang dipilih kemudian diuji aktivitas antibakterinya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tablet dapat dicetak dengan waktu larut yang sangat baik, berkisar antara 42-135 detik. Tablet yang dievaluasi keseragaman bobot tablet ditiap formula juga memenuhi syarat. Akan tetapi, hasil kekerasan dan friabilitas tablet belum memenuhi syarat. pH larutan berkisar antara 6,0-6,63. Tablet efervesen menunjukkan aktivitas bakteriostatik dengan zona inhibisi parsial sebesar 10,35 mm, yang belum memenuhi syarat zona inhibisi yang baik menurut Farmakope Indonesia IV yaitu 14-16 mm. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa seluruh formula dapat dicetak menjadi tablet, dengan FI memberikan hasil yang paling memuaskan dibandingkan formula lainnya. Hal ini dikarenakan waktu larut dan keseragaman bobot yang memenuhi syarat serta nilai kekerasan, friabilitas tablet dan pH yang paling baik dibanding formula lainnya. Tablet efervesen daun saga memberikan aktivitas antibakteri kurang baik terhadap Staphylococcus aureus.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSagaen_US
dc.subjectEffervescent Tableten_US
dc.subjectFilleren_US
dc.subjectDirect Compresssionen_US
dc.subjectAntibacterialen_US
dc.titlePembuatan Tablet Efervesen Ekstrak Daun Saga (Abrus precatorius L.) dengan Variasi Bahan Pengisi Menggunakan Metode Cetak Langsungen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record