Show simple item record

dc.contributor.advisorMukhtar, Zulfikri
dc.contributor.advisorKetaren, Andre P.
dc.contributor.authorGinting, Suhenda B.H.
dc.date.accessioned2018-08-08T08:10:06Z
dc.date.available2018-08-08T08:10:06Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5161
dc.description147041044en_US
dc.description.abstractBackground: Acute Heart Failure (AHF) is still a problem in the world, with mortality and morbidity rates in patients with acute HF are still high. Prognosis estimation in acute heart failure patients still develops. Serum potassium levels can be used asa predictor in patients with acute heart failure. Low and high potassium levels are often a problem in the treatment of patients with acute heart failure. This study aims to determine whether potassium can be used as a predictor of major cardiovascular events (MACE) in patients with acute heart failure. Methods: This study is an ambispective cohort study of 94 patients with acute heart failure treated in Haji Adam Malik General Hospital from August 2017 to February 2018. The cut off point of potassium levels was determined by using ROC curve, then bivariate and multivariate analysis were applied to determine predictor of in hospital major cardiovascular events and 30 days post discharge. Kaplan Meier's survival test was performed to assess survival rate. Results : From 94 subjects, 36 (38.3%) subjects experienced MACE during treatment in hospital. Subjects with arrhythmias during treatment were 5 people (5.3%) and 28 people (29.8%) deadin this study. From the ROC curve, potassium cut off level was 4.45 mEq/L. According to bivariate analysis, age, sex, osmolality, blood urea nitrogen, blood sugar, potassium, creatinine, and ejection fraction were significant as MACE predictors. From multivariate analysis, potassium ≥ 4.45 mEq/L was a predictor of MACE during treatment in hospital (p = 0,000 OR 8.201 CI 95%: 2.557-26.301) along with age and creatinine. The survival test showed a relative risk of death 3.05 times in potassium ≥ 4.45 mEq/L Conclusion: The potassium level at admission was significant to predict in hospital MACE in acute heart failure, but not a good predictor for 30 days post discharge MACE.en_US
dc.description.abstractLatar belakang : Gagal Jantung Akut (GJA) masih merupakan masalah di dunia, angka mortalitas dan morbiditas pada pasien gagal jantung akut masih cukup tinggi. Estimasi prognosis pada pasien gagal jantung akut terus berkembang. Kadar kalium dapat menjadi salah satu prediktor pada pasien gagal jantung akut. Kadar kalium yang rendah dan tinggi sering menjadi problem pada penanganan pasien gagal jantung akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kalium dapat digunakan sebagai prediktor kejadian kardiovaskular mayor (KKvM) pada pasien gagal jantung akut. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kohort ambispektif terhadap 94 pasien gagal jantung akut yang dirawat di RSUP HAM sejak Agustus 2017 sampai Februari 2018. Dilakukan penentuan titik potong kadar kalium darah dengan menggunakan kurva ROC, kemudian dilakukan analisa bivariat dan multivariat untuk menentukan prediktor kejadian kardiovaskular mayor selama rawatan dan 30 hari paska rawatan Uji survival dengan Kaplan Meier dilakukan untuk menilai survival rate. Hasil : Dari 94 subyek penelitian, 36 (38.3%) subyek mengalami KKvM selama rawatan pada pasien gagal jantung akut. Subyek mengalami aritmia selama rawatan adalah 5 orang (5.3 %), yang meninggal selama rawatan sebanyak 28 orang (29.8%). Dari kurva ROC didapati titik potong kalium 4.45 mEq/L. Dari analisis bivariat, umur, jenis kelamin, osmolalitas, urea nitrogen darah, kadar gula darah, kalium, kreatinin, dan fraksi ejeksi bermakna sebagai prediktor KKvM. Dari analisa multivariat, kalium ≥ 4.45 mEq/L adalah prediktor KKvM selama rawatan ( p= 0,000 OR 8.201 CI 95% : 2.557-26.301) bersama dengan umur dan kreatinin. Dari uji survival didapatkan resiko relatif kematian 3.05 kali pada kalium ≥ 4.45 mEq/L. Kesimpulan : Nilai kalium darah saat masuk merupakan prediktor KKvM selama rawatan pada gagal jantung akut, namun bukan prediktor yang baik untuk KKvM 30 hari paska rawatan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSerum Potassium Levelen_US
dc.subjectAcute Heart Failureen_US
dc.subjectMACEen_US
dc.titleNilai Kalium Darah Saat Masuk Rumah Sakit Sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Mayor Selama Rawatan dan 30 Hari Paska Rawatn pada Pasien Gagal Jantung Akuten_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record