Show simple item record

dc.contributor.advisorHamdan, Muhammad
dc.contributor.advisorNurmalawaty
dc.contributor.authorHulu, Idola Putra
dc.date.accessioned2018-08-13T02:02:24Z
dc.date.available2018-08-13T02:02:24Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5242
dc.description140200469en_US
dc.description.abstractNegara menjamin kesejahteran tiap-tiap warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap anak yang merupakan hak asasi manusia. Hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun permasalahannya hak-hak anak sampai saat ini belum bisa terpenuhi seluruhnya. Salah satu permasalahan yang sampai saat ini masih kerap terjadi adalah keberadaan anak sebagai pekerja di Jalanan sebagai pengamen dan pengemis. Selain melanggar hak-hak anak, keberadaan anak sebagai pekerja ini juga dapat membawa dampak buruk kepada anak itu sendiri baik secara psikis, fisik, sosial, dan pendidikan. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan hukum tentang eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan, apa saja faktor-faktor penyebab eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan dan bagaimana upaya penanggulangan eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan. Penelitian ini merupakan penelitian empiris adalah suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana bekerjanya hukum di lingkungan masyarakat. Prosedur pengambilan data yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini adalah dengan melakukan studi kepustakaan dan studi lapangan. Hasil dari penelitian ini berupa kesimpulan bahwa pertama, Pengaturan hukum tentang eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan terdiri dari Undang-Undang nomor 20 tahun 1999 Undang-Undang Tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 Mengenai Usia Minimum Untuk Diperbolehkan Bekerja Tahun 1973, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 jo Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kedua, Faktor penyebab terjadinya tindak pidana eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan yaitu faktor internal yang terdiri dari: Kemiskinan, pendidikan, ketidaktahuan, urbanisai, dan faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan, budaya dan orang tua. Ketiga, Upaya penanggulangan tindak pidana eksploitasi terhadap anak sebagai pekerja di jalanan yaitu seperti pembentukan peraturan yang berkaitan dengan eksploitasi anak, Peran pemerintah, Peran Lembaga Swadaya Masyarakat serta Peran Masyarakaten_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectUpaya Penanggulanganen_US
dc.subjectTindak Pidanaen_US
dc.subjectEksploitasi Anaken_US
dc.titleUpaya Penanggulangan Tindak Pidana Eksploitasi Terhadap Anak Sebagai Pekerja di Jalanan (Studi Kota Medan)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record