Show simple item record

dc.contributor.advisorMarpaung, Harlem
dc.contributor.advisorAlfian, Zul
dc.contributor.authorSimanjuntak, Saudin
dc.date.accessioned2018-08-21T01:28:07Z
dc.date.available2018-08-21T01:28:07Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5500
dc.description150822046en_US
dc.description.abstractThe concentrations of natural radionuclide activity 210Pb, 228Th, 232Th, 226Ra, 238U and 40K contained in volcanic ash samples, cold lava and river water Lau Borus Sinabung mountain have been measured using gamma spectrometer detector HPGe (High Pure Germanium). The mean activity concentrations of 210Pb, 228Th, 232Th, 226Ra, 238U and 40K measured for volcanic ash samples were 0,69±0,45 Bq/kg, 35,45±0,48 Bq/kg, 36,55±0,74 Bq/kg, 15,10±0,27 Bq/kg, 22,62±13,22 Bq/kg, 538,78±3,85 Bq/kg. For cold lava samples were <0,05 Bq/kg (<MDC), 27,01±0,38 Bq/kg, 28,76±0,60 Bq/kg, 11,72±0,23 Bq/kg, 17,47±6,70 Bq/kg, 428,56±3,10 Bq/kg. While for river water samples were <MDC that are <0,11 Bq/kg, <0,48 Bq/kg, <0,48 Bq/kg, <0,39 Bq/kg, <8,48 Bq/kg, <3,16 Bq/kg. In cold lava 210Pb is not detected, while in the river water there is no element that can be detected by the tool. This is because the activity concentration obtained is below the lowest detection limit (MDC) that can be detected by the tool. From the results of this study it is known that the concentration of activity contained in all the elements studied in all samples is still below the threshold allowed under Government Regulation RI No. 101 years 2014, where is the maximum limit of natural radioactivity in an element is 1000 Bq/kg.en_US
dc.description.abstractKonsentrasi aktivitas radionuklida alam Pb-210, Th-228, Th-232, Ra-226, U-238 dan K-40 yang terdapat dalam sampel abu vulkanik, lahar dingin dan air sungai Lau Borus gunung Sinabung telah diukur dengan menggunakan spektrometer gamma detektor HPGe (High Pure Germanium). Konsentrasi aktivitas rata-rata Pb-210, Th-228, Th-232, Ra-226, U-238 dan K-40 yang diukur untuk sampel abu vulkanik adalah 0,69±0,45 Bq/kg, 35,45±0,48 Bq/kg, 36,55±0,74 Bq/kg, 15,10±0,27 Bq/kg, 22,62±13,22 Bq/kg, 538,78±3,85 Bq/kg. Untuk sampel lahar dingin adalah <0,05 Bq/kg (<MDC), 27,01±0,38 Bq/kg, 28,76±0,60 Bq/kg, 11,72±0,23 Bq/kg, 17,47±6,70 Bq/kg, 428,56±3,10 Bq/kg. Sedangkan untuk sampel air sungai adalah <MDC yakni <0,11 Bq/kg, <0,48 Bq/kg, <0,48 Bq/kg, <0,39 Bq/kg, <8,48 Bq/kg, <3,16 Bq/kg. Pada lahar dingin Pb-210 tidak terdeteksi, sedangkan pada air sungai tidak terdapat unsur yang dapat dideteksi oleh alat. Hal ini dikarenakan konsentrasi aktivitas yang diperoleh berada dibawah batas deteksi terendah (MDC) yang dapat dideteksi oleh alat. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa konsentrasi aktivitas yang terdapat pada semua unsur yang diteliti pada semua sampel masih dibawah ambang batas yang diperbolehkan menurut Peraturan Pemerintah RI No. 101 tahun 2014, dimana batas maksimum radioaktivitas alam dalam suatu unsur adalah sebesar 1000 Bq/kg.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectVolcanic Ashen_US
dc.subjectRiver Wateren_US
dc.subjectCold Lavaen_US
dc.subjectRadionuclideen_US
dc.subjectGamma Spectrometeren_US
dc.titleIdentifikasi dan Penentuan Radioaktivitas Alam dalam Abu Vulkanik, Lahar Dingin dan Air Sungai Lau Borus Gunung Sinabung dengan Spektrometer Gamma Detektor HPGeen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record