Show simple item record

dc.contributor.advisorSanusi, Sri Rahayu
dc.contributor.advisorAritonang, Evawany Y
dc.contributor.authorNasution, Suci Maisyarah
dc.date.accessioned2018-09-17T01:28:33Z
dc.date.available2018-09-17T01:28:33Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6477
dc.description157032012en_US
dc.description.abstractLow Birth Weight (LBW) has become a significant globally public health problem. The prevalence rate of LBW in the world reaches up to 16%. This rate increases from last year. Most babies with low birth weight are born in developing countries. LBW is not only the main cause of prenatal deaths, but also that of illness. It can also increase the risk of non-communicable diseases such as diabetes and cardiovascular in the future. The objective of the research was to discover the influence of gestational age, inter-pregnancy interval, pregnancy complication and antenatal care on the prevalence of LBW in Dr. Pirngadi hospital Medan in 2017. This is an observational analytical research with case control design. The population was all women in labor recorded in the medical record of Dr. Pirngadi hospital Medan in 2017. 656 women. The samples were taken by employing simple random sampling technique. There were 65 cases and 65 control. The dokumen were collected retrospectively, using bivariate testing by Chi Square analysis, and multivariate testing by multiple logistic regression Analysis at ɑ=5%. The bivariate testing using Chi Square analysis demonstrated that the 3 variables had significant correlation with the prevalence of LBW, inter-pregnancy interval (p=0.001), pregnancy complication (p<0.00) and antenatal care (<0.001). The results of multivariate testing using multiple logistic regression showed that the variable with the most significant influence on the prevalence of LBW was ANC (Antenatal Care) with (p=<0.001) OR=14.244 (955 CI 5.226-38.819) For health workers to provide input to the community, especially pregnant women about the importance of doing antenatal care at least 4x (1x trismester I, 1x trismester II, 2x trismester III) during pregnancy and can monitor the condition of pregnancy, early detection of pregnancy complications so that the incidence of LBW is no longer increased.en_US
dc.description.abstractBBLR masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Angka kejadian BBLR didunia sebesar 16%, angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagian besar bayi dengan BBLR dilahirkan di negara berkembang termasuk Indonesia, BBLR bukan hanya penyebab utama kematian prenatal tapi penyebab kesakitan, serta dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan kardiovaskuler di kemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh usia kehamilan, jarak kehamilan, komplikasi kehamilan, ANC terhadap kejadian BBLR di RSUD dr. Pirngadi kota Medan tahun 2017. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD dr. Pirngadi Kota Medan 2017 berjumlah 656 orang. Penentuan sampel dilakukan secara simple random sampling, diperoleh sampel sebanyak 65 kasus dan 65 kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara retrosfektif, pada uji bivariat dianalisis dengan chi Square dan pada uji multivariat dianalisis dengan regresi logistik ganda pada α = 5%. Hasil uji bivariat dengan chi Square menunjukkan bahwa 3 variabel memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian BBLR, jarak kehamilan (p=0,001), komplikasi kehamilan (p=<0,001), antenatal care (<0,001). Hasil uji multivariat dengan regresi logistik berganda menunjukkan bahwa variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kejadian BBLR yaitu ANC dengan (p=<0,001) OR=14,244 (95%CI 5,226-38,819). Bagi petugas kesehatan agar memberikan masukan kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang pentingnya melakukan antenatal care minimal 4x (1x trismester I, 1x trismester II, 2x trismester III) selama kehamilan dan dapat memantau kondisi kehamilan, deteksi secara dini komplikasi kehamilan sehingga angka kejadian BBLR tidak lagi meningkat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectGestational Ageen_US
dc.subjectInter-Pregnancy Intervalen_US
dc.subjectPregnancy Complicationen_US
dc.subjectAntenatal Careen_US
dc.subjectLBW (Low Birth Weight)en_US
dc.titlePengaruh Usia Kehamilan, Jarak Kehamilan, Komplikasi Kehamilan, Antenatal Care terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2017en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record