Show simple item record

dc.contributor.advisorNasution, Bismar
dc.contributor.advisorSiregar, Mahmul
dc.contributor.authorArimansyah
dc.date.accessioned2018-09-17T07:39:22Z
dc.date.available2018-09-17T07:39:22Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6497
dc.description140200050en_US
dc.description.abstractSeiring berkembang pesatnya perdagangan yang dilakukan antar negara, Letter of Credit (L/C) menjadi salah satu pilihan dalam mengatasi sistem pembayaran yang dilakukan oleh para pihak. Hal ini juga harus dibarengi dengan sikap antisipatif, oleh karenanya banyak juga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan peluang tersebut sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan yang tidak sepatutnya yang juga merugikan banyak pihak lainnya. Bank sebagai pemeran penting dalam pelaksanaan L/C tersebut haruslah menjaga agar dapat berjalan dengan baik. Kunci utama ialah dengan selalu berpedoman pada prinsip kehati-hatian bank (prudent banking principle). UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan tentunya menjadi dasar dalam penerapan prinsip itu.Berdasarkan hal tersebut diatas, terdapat 3 (tiga) yang menjadi permasalahan skripsi ini. Pertama, bagaimana peranan bank dalam menerbitkan L/C? Kedua, bagaimana mekanisme penerbitan L/C oleh bank? Ketiga, bagaimana penerapan prinsip kehati-hatian pada bank (prudent banking principle) dalam menerbitkan L/C ditinjau dari UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan? Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitiaan hukum yuridis normatif, dengan teknik pengumpulan data secara studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, bahan hukum skunder, serta bahan hukum tersier, kemudian data dianalisis dengan metode analisis yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama penyebab terjadinya sengketa dalam penanganan L/C adalah tidak diterapkannya prinsip kehati-hatian pada bank (prudent banking principle) dengan adanya kelalaian yang dilakukan oleh bank dalam melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan L/C, baik karena prosedur atau SOP yang ada dikesampingkan maupun penyimpangan dariUniform Custom and Practice for Documentary Credits (UCP), Peraturan Bank Indonesia (PBI), peraturan internal bank, kebiasaan-kebiasaan internasional, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan lainnya.Disamping itu juga perlunya pengawasan yang lebih ketat baik dari eksternal maupun internal dalam upaya antisipastif adanya itikad buruk dari pihak manapun. Disanalah terlihat adanya kekurangan dari UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan maupun peraturan pelaksananya yang masih memberikan celah bagi pihak-pihak yang mempunyai niat jahat dengan menggunakan modus yang dinamakan L/C fiktif.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectLetter of Credit (L/C)en_US
dc.subjectPrinsip Kehati-hatianen_US
dc.subjectPerbankanen_US
dc.titlePenerapan Prinsip Kehati-hatian pada Bank (Prudent Banking Principle) dalam Menerbitkan Letter of Credit Ditinjau dari UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankanen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record