Show simple item record

dc.contributor.advisorSirait, Ningrum Natasya
dc.contributor.advisorSukarja, Detania
dc.contributor.authorGinting, Rigta Yudiyansi
dc.date.accessioned2018-09-17T07:42:46Z
dc.date.available2018-09-17T07:42:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6498
dc.description140200314en_US
dc.description.abstractPersekongkolan tender merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh peserta tender untuk memenangkan suatu tender/pelelangan melalui suatu persaingan semu. Persekongkolan tender merupakan gabungan dari kata “persekongkolan” dan “tender”. Tender didalam Peraturan KPPU Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pedoman Pasal 22 Tentang Larangan Persekongkolan dalam tender adalah sebagai tawaran untuk mengajukan harga untuk memborong suatu pekerjaan, untuk mengadakan barang – barang atau menyediakan jasa. Persekongkolan tender sering terjadi di pengadaan barang dan jasa. Hal yang menyebabkan tingginya persekongkolan tender di pengadaan barang dan jasa adalah dikarenakan sumber dana pengadaan barang dan jasa berasal dari APBD dan APBN yang memiliki nilai sangat tinggi. Dan rumusan masalah pada skripsi ini adalah mengenai bagaimana terjadinya persekongkolan tender di pengadaan barang dan jasa serta penerapan hukum terhadap Persekongkolan Tender pada putusan KPPU nomor: 03 / KPPU –L/2015. Metode penelitian pada skripsi ini adalah metode penelitian normatif, yaitu metode penelitian kepustakaan (library research), dengan mempelajari sumber – sumber atau bahan tertulis yang dapat dijadikan bahan antara lain dari buku – buku, artikel, Koran dan majalah dengan cara membaca, menafsirkan, dan membandingkan dari berbagai sumber yang berhubungan dengan pembahasan skripsi penulis. Namun, pengambilan bahan tidak terlepas dari media elektronik juga seperti internet. Kesimpulan dari skripsi penulis ini adalah Persekongkolan dalam tender tepatnya pada proyek pengadaan barang dan jasa, sangat banyak terjadi pada saat ini. di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya nilai yang ada pada suatu proyek tender dimana sumber dana proyek tender tersebut berasal dari APBN/APBD sehingga hal tersebut membuat para pelaku usaha berlomba – lomba dalam memenangkan suatu tender dan juga pada suatu pengadaan proyek tender masi banyak ditemukan tender yang dilakukan secara tertutup sehingga membuat hal tersebut mempermudah dilakukannya suatu persekongkolan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPersekongkolanen_US
dc.subjectTenderen_US
dc.subjectPengadaan Barang dan Jasaen_US
dc.titleAnalisis Persengkongkolan Tender dalam Hukum Persaingan Usaha (Studi Kasus Putusan KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2015) Tentang Persengkongkolan dalam Tender Pelebaran Jalan Merek Sampai Seribu Doloken_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record