Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Rahayu
dc.contributor.advisorMutiara, Erna
dc.contributor.authorFauza, Rahmawani
dc.date.accessioned2018-09-18T01:13:02Z
dc.date.available2018-09-18T01:13:02Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6509
dc.description157032007en_US
dc.description.abstractTuberculosis (TB) in children is mostly unidentified since they were born until they are 15 years old because of the limited access to the health care or because the health personnels who take care of them are not ready to identify the indicators or symptoms of TB. Some factors that caused influenced on the TB are immunization status and family history with TB. The objective of the research was to analyze the determinant factors of pulmonary tuberculosis in 1-5 year-old children who have had BCG immunization in RSU Imelda Pekerja Indonesia, in 2016. This research is an unmatched case control, conducted in RSU Imelda Pekerja Indonesia, Medan. The population in this research were all complete data of 1-5 year-old children who have had BCG immunization suffered and not suffered from p ulmonary tuberculosis in the medical record of RSU Imelda Pekerja Indonesia in 2016 i.e. 66 children and samples consisted of 33 children who suffered from pulmonary TB and not suffered from pulmonary TB. The analysis included univariate, bivariate with chi-square and multivariate analysis with multiple logistic regression test. The results of the research showed that the characteristics of the children such as age and sex, parents occupation, nutrition status, family history with TB and family who suffered from pulmonary TB had influenced on the pulmonary TB in 1-5 year-old children who have had BCG immunization in RSU Imelda Pekerja Indonesia with p < 0.05. The results of the multivariate analysis showed that the most influencing variable on pulmonary TB was nutrition status with the highest OR = 19.738 (95% CI=1.541-52.774, p = 0,022), meaning that children with poor nutritional status 19.738 times more at risk of pulmanary TB compared to children with normal nutritional status. It is recommended that the health personnels to provide information about nutritious food supplementation as an effort to increase the children’s immune through counseling.en_US
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) pada anak sering kali tidak terdiagnosis dari mereka lahir sampai berusia 15 tahun karena keterbatasan dalam akses ke pelayanan kesehatan atau karena petugas kesehatan yang merawat tidak siap untuk mengenali tanda-tanda dan gejala TB. Beberapa faktor penyebab terjadinya TB adalah status imunisasi, serta riwayat penyakit TB keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor determinan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 1-5 tahun yang telah mendapatkan imunisasi BCG di RSU Imelda Pekerja Indonesia tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah unmatched case control, yang dilakukan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data lengkap anak yang berumur 1-5 tahun yang telah mendapatkan imunisasi BCG yang menderita dan tidak menderita TB paru serta tercantum di rekam medis RSU Imelda Pekerja Indonesia tahun 2016 sebanyak 66 orang dan sampel yang digunakan adalah 33 anak yang menderita TB paru dan yang tidak menderita TB paru. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anak (umur anak dan jenis kelamin) pekerjaan orang tua, status gizi, riwayat penyakit TB keluarga dan keluarga yang menderita berpengaruh terhadap kejadian TB paru pada anak usia 1-5 tahun yang telah mendapatkan imunisasi BCG di RSU Imelda Pekerja Indonesia dengan nilai p < 0,05. Pada analisis multivariat variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian TB paru adalah status gizi dengan nilai OR tertinggi = Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang pemberian makanan bergizi sebagai upaya peningkatan daya tahan tubuh anak melalui konseling ataupun penyuluhan. 19,738 (95% CI= 1,541 – 52,774; p = 0,022), artinya anak yang status gizinya rendah 19,738 kali lebih berisiko terkena TB paru dibandingkan dengan anak yang status gizinya normal. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang pemberian makanan bergizi sebagai upaya peningkatan daya tahan tubuh anak melalui konseling ataupun penyuluhan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPulmonary TBen_US
dc.subject1-5 Year-Old Childrenen_US
dc.subjectBCG Immunizationen_US
dc.titleFaktor Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak Usia 1-5 Tahun yang telah Mendapatkan Imunisasi BCG di RSU Imelda Pekerja Indonesia Tahun 2016en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record