Show simple item record

dc.contributor.advisorJuanita
dc.contributor.advisorSudaryati, Etti
dc.contributor.authorSiregar, Hamida Harapan
dc.date.accessioned2018-09-18T01:45:42Z
dc.date.available2018-09-18T01:45:42Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6522
dc.description157032084en_US
dc.description.abstractThe General Hospital of Padangsidimpuan is contained program EIB (Earl yof Initiation Breastfeeding). Data obtained from the provincial hospital of Padangsidimpuan in 2014 there are14.24% vaginal births with EIB and 2015 are 9.74%. The purpose of this research is to analyze the implementation of EIB inprovincial hospitalof Padangsidimpuan. Implementation research on maternity room unit by using a descriptive qualitative researcher with 10 informants consisting of 5 main informants and 5 triangulation informants. The results showed coverage of newborn babies in the EIB tends to decline. On variable communication, communication process has not worked well because the existence of socializing on EIB from the hospital to the midwife there yet and the EIB managing guidelines written work from the hospital. On the variable amount of the resources the HR (human resources) is insufficient and the quality of the midwife had enough good namely average educational D3 obstetrics and already get training the APN given by the hospital in cooperation with the Department of health, on the availability of facilities and infrastructures have not been fulfilled due to the unavailability of blankets and baby hats, yet there was a Lactation Clinic and KP ASI, to the availability of funds, namely the filing of funds based on the needs of the program at EIB annually then filed on musrembang activities organized by the City Government Padangsidimpuan and so far there are no constraints in funding EIB. On disposition of a midwife is not yet fully understanding regarding governance EIB as set by the Government and hospital policies regarding EIB has not been fully implemented, and the commitment of the hospital's response to the program has not met 100% of IMD since there were no SOP work instructions as a midwife in carrying out IMD programs. so that the executor is not yet 100% of EIB. On the factor structure of the bureaucracy, the Director of the hospital as the holder of the policy program, the head of Midwifery as a Space monitoring program, and a midwife as executors, for coordinating the monitoring activities of the existence of yet tiered conditions and situation room maternity conducted by Early obstetric room but regular meetings about EIB conducted 6 months. Therefore, the necessary continuity of the implementation program EIB routinely by all parties, and the commitment each responsible Provincial Hospital of Padangsidmpuan for EIB Program, including with The Government of Padangsidmpuan held a monitoring and evaluation EIB program.en_US
dc.description.abstractRumah sakit umum kota Padangsidimpuan merupakan RSSIB yang terdapat program IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Data yang diperoleh dari RSUD Kota Padangsidimpuan pada tahun 2014 terdapat 14,24% persalinan normal dengan IMD sedangkan persalinan normal dengan IMD pada tahun 2015 sebesar 9,74%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi program IMD di RSUD Kota Padangsidimpuan. Pelaksanaan penelitian di unit ruang bersalin dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jumlah informan 10 orang yang terdiridari 5informan utama dan 5 informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan cakupan bayi yang di IMD cenderung mengalami penurunan. Pada variabel komunikasi, proses komunikasi belum berjalan dengan baik karena belum adanya sosialiasi mengenai IMD dari rumah sakit kepada para bidan pelaksana IMD dan belum terdapat pedoman kerja yang tertulis dari pihak rumah sakit. Pada variabel sumber daya jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) sudah mencukupi dengan baik dan kualitas bidan sudah cukup baik yaitu pendidikan rata-rata D3 Kebidanan dan sudah mendapatkan pelatihan APN yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, pada ketersediaan fasilitas dan saran prasarana belum terpenuhi seutuhnya karena tidak tersedianya selimut dan topi bayi, belum terdapat Klinik Laktasi dan KP ASI, untuk ketersediaan dana yaitu pengajuan dana program IMD diajukan setiap tahunnya kepada pemerintah melalui kegiatan musrembang yang diadakan oleh pemerintah Kota Padangsidmpun dan sejauh ini tidak terdapat kendala dalam pendanaan namun pengajuan dana belum sesuai dengan kebutuhan program IMD. Pada faktor disposisi bidan belum memahami sepenuhnya mengenai tatalaksana IMD sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah dan komitmen rumah sakit terhadap program IMD belum terpenuhi 100% karena tidak terdapat SOP sebagai petunjuk kerja bidan dalam melaksanakan program IMD. Pada faktor struktur birokrasi, Direktur Rumah Sakit sebagai pemegang kebijakan program, Kepala Ruang Kebidanan sebagai monitoring program, dan bidan sebagai pelaksana, untuk koordinasi berjenjang belum adanya kegiatan monitoring kondisi dan situasi ruang bersalin yang dilakukan oleh Kapala ruang kebidanan namun pertemuan rutin mengenai program IMD dilakukan 6 bulansekali. Oleh sebab itu, diperlukan kesinambungan pelaksanaan program IMD secara rutin oleh semua pihak, dan komitmen para setiap penanggungjawab program IMD di RSUD Kota Padangsidimpuan, termasuk pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan mengadakan monitoring dan evaluasi program IMD.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectImplementationen_US
dc.subjectEarly Initiation of Breastfeeding Programen_US
dc.subjectHospitalen_US
dc.titleImplementasi Program Inisiasi Menyusu Dini di RSUD Kota Padangsidimpuanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record