Show simple item record

dc.contributor.advisorYustina, Ida
dc.contributor.advisorAulia, Destanul
dc.contributor.authorWilliam
dc.date.accessioned2018-09-18T01:49:04Z
dc.date.available2018-09-18T01:49:04Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6524
dc.description157032126en_US
dc.description.abstractImelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital were Class B Hospital, had one rayon in giving health services BPJS patient, but there were differences in health services utilization between Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital. Preliminary survey showed that Bed Occupation Rate (BOR) of Imelda Pekerja Indonesia Hospital in 2016 was 55,86% and there was BOR decreasing tendency in first trimester in 2017 (BOR = 39,79%), while BOR at Martha Friska Hospital in 2016 is 64,03%. There was a difference of total inpatient between both hospitals in 2016, total inpatient in 2016 at Imelda Pekerja Indonesia Hospital was 9.928 person and at Martha Friska Hospital was 12.945 person. This research was conducted to analyze demographic factor, social structure, income and organization factor of BPJS patients to utilize health services in Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital in Medan in 2017. This study was a survey. The population was all BPJS members in Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital rayon, with sample size of 96 respondents from two hospitals using accidental sampling technique. The data were collected by using questionnaires and interview. This research was using mann whitney for statistic analysis. Research result showed that there were differences of hospital utilization of BPJS patients between Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital. The significant differences were numbers and types of specialist (p = 0,026) and availability of medical support facilities (p = 0,028). While there were no difference of demographic factor (age, sex and marital status), social structure (ethnic, education and job) and income of BPJS patients to utilize health services in Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital. It was recommended for Imelda Pekerja Indonesia Hospital to increase the number of existing specialists to secure the consistency of medical services and also increase the types of specialist. As for Martha Friska Hospital, it was recommended to pay attention on medical supportive facilities especially CT Scan, so the patients did not need to be transfered out of hospital for accessing CT Scan examination.en_US
dc.description.abstractRS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska di Kota Medan merupakan rumah sakit yang melayani pasien BPJS. Walaupun kedua rumah sakit sama-sama merupakan Rumah Sakit Kelas B, berada dalam satu rayon yang melayani pasien BPJS, namun terdapat perbedaan pemanfaatan pelayanan kesehatan di antara RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska. Hasil survei awal menunjukkan bahwa data Bed Occupation Rate (BOR) RS Imelda Pekerja Indonesia pada tahun 2016 adalah 55,86% dan terdapat tendensi penurunan BOR RS Imelda pada trimester 1 (Januari – Maret 2017) yakni 39,79%, sedangkan BOR pada RS Martha Friska tahun 2016 adalah 64,03%. Jumlah kunjungan rawat inap pasien BPJS antara kedua RS pada tahun 2016 juga tampak berbeda yakni di RS Imelda adalah 9.928 orang dan di RS Martha Friska adalah 12.945 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan faktor demografi, struktur sosial, pendapatan dan faktor organisasi pasien BPJS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska Pulo Brayan Kota Medan Tahun 2017. Jenis penelitian adalah penelitian survei. Populasi adalah seluruh peserta BPJS yang terdapat dalam rayon RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska Brayan Medan, dengan besar sampel sebanyak 96 orang dari kedua rumah sakit. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Uji statistik yang digunakan adalah uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemanfaatan rumah sakit oleh pasien BPJS di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska dalam jumlah dan jenis spesialistik dengan nilai p = 0,026, serta ketersediaan fasilitas penunjang medis dengan nilai p = 0,028. Tidak terdapat perbedaan faktor demografi (umur, jenis kelamin dan status perkawinan), struktur sosial (suku, tingkat pendidikan, pekerjaan) dan pendapatan pasien BPJS yang memanfaatkan RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska. Disarankan kepada RS Imelda Pekerja Indonesia untuk menambah jumlah dokter spesialis untuk menjamin konsistensi pelayanan yang baik serta menambah jenis pelayanan spesialistik yang belum ada sebelumnya. Kepada RS Martha Friska disarankan untuk memperhatikan pemeliharaan alat-alat penunjang medis khususnya CT Scan sehingga pasien tidak perlu dikirim ke luar RS untuk menjalani pemeriksaan CT Scan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectBpjs Patienten_US
dc.subjectHospital Utilizationen_US
dc.subjectPrivate Hospitalen_US
dc.titlePerbedaan Pemanfaatan Rumah Sakit oleh Pasien BPJS di Rumah Sakit Swasta Kota Medan (Studi Komparatif di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska) Tahun 2017en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record