Show simple item record

dc.contributor.advisorHamdan, M.
dc.contributor.advisorMulyadi, Mahmud
dc.contributor.authorSembiring, Imanuel
dc.date.accessioned2018-09-18T02:28:37Z
dc.date.available2018-09-18T02:28:37Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6544
dc.description140200044en_US
dc.description.abstractAnak merupakan amanah dari karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Publik sempat dikejutkan dengan maraknya kasus kekerasaan seksual yang dialami oleh anak yang sempat menarik perhatian publik. Kejahatan ini timbul dalam masyarakat tanpa melihat stratifikasi sosial pelaku maupun korbannya. Suatu hal yang mengejutkan ketika tindak pidana perkosaan dilakukan oleh orang-orang yang dikenal baik oleh para korban seperti guru, dokter, teman dekat dan orang tua kandung. Dalam hal ini akan dibahas mengenai pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya secara berulang dengan kekerasaan atau ancaman kekerasan. Hal ini sangat disayangkan mengingat orang tua seharusnya memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap anaknya tetapi dalam hal ini justru orang tualah sebagai pelaku kejahatan terhadap anaknya sendiri. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini adalah a. bagaimana perlindungan anak sebagai korban pemerkosaan, b. bagaimanakah pengaturan hukum mengenai pemerkosaan di Indonesia, c. bagaimana penerapan hukum pidana terhadap perkosaan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya secara berulang dalam putusan No:92/PID/SUS/2013/Pn.SLW. untuk menjawab permasalahan ini maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif (yuridis normative), yang dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research).penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data-data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan judul skripsi ini dan bahan hukum sekunder seperti buku-buku, majalah, literatur, artikel, dan internet yang berksitsn dengan masalah yang diangkat dalam skripsi ini Hasil penelitian atau kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa Perbuatan berlanjut adalah perbuatan sejenis yang dilakukan berulang kali oleh sipelaku. Dan pengaturan mengenai pemerkosaan didalam KUHP terhadap anak sebagai korban belum diatur secara jelas. Didalam KUHP Pemerkosaan terhadap anak hukumannya dipersamakan dengan perkosaan terhadap wanita dewasa yang pingsan dan tidak berdaya. Pengaturan lebih jelas mengenai anak diatur Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Pengahapusan Kekerasaan Dalam Rumah Tangga Dan didalam UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTindak Pidana Perkosaanen_US
dc.subjectIncesten_US
dc.subjectPerbuatan Berlanjuten_US
dc.titleTinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Ayah yang Memperkosa Anak Kandungnya Secara Berulang (studi putusan No: 92/PID./SUS/2013/PN.SLW.)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record