Show simple item record

dc.contributor.advisorAblisar, Madiasa
dc.contributor.advisorEkaputra, Muhammad
dc.contributor.authorHusaini, Fachri
dc.date.accessioned2018-09-18T02:32:26Z
dc.date.available2018-09-18T02:32:26Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6547
dc.description140200079en_US
dc.description.abstractIndonesia berada dalam kondisi darurat narkotika. Data menunjukkan bahwa pengguna narkotika pada akhir November 2017 berjumlah 6,5 juta orang. Satu diantara hal yang diduga menjadi penyebab tingginya tindak pidana penggunaan narkotika ialah sanksi yang diancamkan tidak menimbulkan efek jera terhadap pengguna dan rasa takut kepada orang-orang yang berpotensi melakukan tindakan tersebut. Pasal 127 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika memberikan ancaman pidana penjara serta tindakan rehabilitasi kepada pengguna narkotika. Pidana penjara memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah besarnya biaya operasional yang dibutuhkan dalam melaksanakan pidana penjara dan tidak ada jaminan bahwa pidana penjara dapat menjerakan dan memperbaiki pelaku. Narkotika dalam kajian hukum Islam dapat digolongkan kepada Khamr. Rasulullah SAW bersabda “setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram” (H.R. Shahih Ibnu Majah, Muslim). Larangan mengkonsumsi khamr diatur di dalam Q.S al-Maidah ayat 90 yang salah satunya berisi larangan bagi orang-orang yang beriman meminum khamr, karena merupakan perbuatan keji dan termasuk kepada perbuatan syaitan. Kelemahan yang terdapat pada pidana penjara memunculkan gagasan untuk mencari alternatif pidana menurut perspektif hukum Islam untuk menekan jumlah pengguna narkotika dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas narkotika. Dalam penelitian ini ingin menyelesaikan suatu permasalahan bagaimana pengaturan narkotika berdasarkan hukum positif dan hukum Islam serta mengapa Pidana Cambuk dapat dijadikan altenatif sebagai pengganti pidana penjara bagi penyalahguna narkotika yang mempunyai tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaturan hukum tentang narkotika berdasarkan hukum positif dan hukum Islam serta bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pidana yang dapat dijadikan alternative bagi penyalahguna narkotika di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang didasarkan kepada studi pustaka dengan menggunakan pendekatan perbandingan (comparative approach) antara hukum pidana positif dengan hukum Islam. Diharapkan penelitian ini dapat menemukan konsep-konsep tentang sanksi pidana dalam upaya menemukan alternatif pidana yang tepat dan efisien yang dapat diancamkan terhadap pengguna narkotika.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAlternatif Pidanaen_US
dc.subjectHukum Islamen_US
dc.subjectKhamren_US
dc.subjectNarkotikaen_US
dc.titlePidana Cambuk Sebagai Alternatif Pidana Terhadap Penyalahguna Narkotika Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islamen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record