Show simple item record

dc.contributor.advisorSembiring, Rosnidar
dc.contributor.advisorRizal, Syamsul
dc.contributor.authorAruan, Lija
dc.date.accessioned2018-09-25T02:24:41Z
dc.date.available2018-09-25T02:24:41Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6750
dc.description140200213en_US
dc.description.abstractDalam Undang – Undang No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan disebutkan perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Kanon 1055 § 1 dari Kitab Hukum Kanonik (KHK) ditetapkan bahwa: perjanjian (foedus) perkawinan, dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk antara persekutuan (consortium) seluruh hidup, yang menurut ciri kodratinya terarah pada kesejahteraan suami istri (bonum coniugum) serta kelahiran dan pendidikan anak, antara orang-orang yang dibabtis Kristus Tuhan diangkat ke martabat sakramen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan asas monogami menurut UU No.1 Tahun 1974 Dan Agama Katolik. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian yuridis normatif, yaitu mengumpulkan dan menganalisa data sekunder yaitu penelitian yang menggunakan data sekunder yang menggambarkan dan menguraikan secara sistematis semua permasalahan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari kepustakaan yang berhubungan dengan penelitian ini yang berupa bahan hukum primer yaitu Perundang-Undangan, dan bahan hukum sekunder, yang berupa buku-buku, karya ilmiah, atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang – Undang perkawinan dan agama Katolik mengharapkan perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat adalah perkawinan yang monogami dimana perkawinan itu kekal dan hanya Tuhan yang dapat memutus melalu kematian. Meskipun dalam pandangan Undang – Undang dan Agama Kristen Katolik terdapat perbedaan mengenai sifat monogami itu sendiri. Di mana dalam Undang – Undang perkawinan sendiri sifat asas monogami itu tidaklah mutlak dengan alasan dan tujuan tertentu. Sementara dalam pandangan Katolik asas monogami adalah mutlak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPerkawinanen_US
dc.subjectMonogamien_US
dc.subjectKatoliken_US
dc.subjectUndang – Undang No.1 Tahun 1974en_US
dc.titlePenerapan Asas Monogami Ditinjau dari UU No.1 Tahun 1974 dan Agama Kristen Katoliken_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record