Show simple item record

dc.contributor.advisorSembiring, Rosnidar
dc.contributor.advisorSiddik, M.
dc.contributor.authorAnanda, Sri Wahyuni
dc.date.accessioned2018-09-27T03:23:51Z
dc.date.available2018-09-27T03:23:51Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/6837
dc.description140200559en_US
dc.description.abstractPendaftaran peralihan hak atas tanah (berlaku juga untuk satuan rumah susun) sebagai istilah resmi untuk apa yang lebih populer dalam masyarakat dengan istilah “balik nama”. Peralihan hak atas tanah ini bisa terjadi karena beralih atau dialihkan. Beralih, misalnya karena pewarisan. Sedangkan dialihkan,misalnya karena jual-beli,tukar-menukar,hibah dan penyertaan modal berupa bidang tanah ke dalam suatu perusahaan. Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 20 ayat (1), hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuhi yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat ketentuan Pasal 6 yaitu semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial. Adanya sertifikat hak milik atas tanah digunakan sebagai alat pembuktian yang kuat, yaitu data fisik dan data yuridis sebagaimana yang disampaikan pada Pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA. Amanat dari Undang-Undang Dasar Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 yaitu pendaftaran tanah. Pendaftaran peralihan hak atas tanah berdasarkan pewarisan adalah merupakan salah satu objek peralihan hak yang wajib didaftar di Kantor Pertanahan. Masalah pokok yang dikaji didalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana proses balik nama sertifikat hak milik atas tanah pada pewarisan, apa sajakah hambatan-hambatan yang dihadapi saat proses balik nama sertifikat hak milik atas tanah karena pewarisan, dan bagaimana solusi terhadap hambatan-hambatan proses balik nama tersebut. Tujuan penelitian dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui prosedur dan cara proses balik nama sertifikat hak milik atas tanah yang dilakukan oleh Ahli Waris dalam pembagian warisan yang dilakukan oleh Notaris yang sebelumnya mengacu pada norma hukum dan peraturan perundang-undangan. Dari hasil penelitian dengan judul skripsi Tinjauan Yuridis Mengenai Proses Balik Nama Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan didapatkan bahwa Peralihan hak atas tanah karena pewarisan menurut UU Nomor 5 Tahun 1960 jo.Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 jo.PMNA/Ka. BPN. No.3 /1997 tersebut, disamping pendaftaran yang disebabkan karena hukum juga disebabkan karena perbuatan hukum dan mempunyai karakteristik tersendiri disebabkan oleh adanya kematian dan berlaku Hukum Waris.Dalam proses balik nama sertifikat hak milik atas tanah dalam warisanbeberapa berkas balik nama waris yang harus dilengkapi dan selanjutnya diberikan kepada Notaris. Faktor penghambat ketika proses balik nama berlangsung adalah biasanya datang dari ahli waris itu sendiri.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSertifik Hak Milik Atas Tanahen_US
dc.subjectPeralihan Hak Karena Pewarisanen_US
dc.subjectHukum Warisen_US
dc.titleTinjauan Yuridis Mengenai Proses Balik Nama Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan (Studi di Kantor Notaris & PPAT Agusnita Chairiza,S.H.,M.Kn)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record