Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiawan
dc.contributor.advisorSilaban, Gery
dc.contributor.authorAzizah, Nur
dc.date.accessioned2018-10-08T02:47:46Z
dc.date.available2018-10-08T02:47:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/7072
dc.description157032105en_US
dc.description.abstractA hospital is one of the work place with potential to endanger its employees. The frequently found case is needle punctures, sprains, back pain and other infectious diseases. There are many occupational accident cases, such as HNP (Hernia Nucleus Pulpous), needle punctures, getting scraped by the ampoule cap and getting slipped, are found in the nurses at Permata Bunda Hospital, Medan as stated in a survey in 2017. The objective of the research was to analyze the correlation of monitoring, work procedure, and physical condition to the prevalence of the occupational accidents in the nurses in inpatient rooms at Permata Bunda Hospital, Medan. The data were analyzed with Chi-Square tests. There were 96 nurses taken by consecutive sampling technique. The results of the research demonstrated that 17.7% of the nurses experienced occupational accidents such as HNP (14.6%), needle punctures (15.6%) and getting slipped (10.4%). The statistical tests with Chi-Square tests found that the three variables i.e. monitoring (p=0.000), work procedure (p=0.010) and physical condition (p=0.000), were significantly correlated with the occupational accidents in the nurses. It is suggested that the management of Permata Bunda Hospital improve the efforts of occupational safety and health for the nurses by conducting trainings about the dangers of nursing work as well as the occupational safety and health.en_US
dc.description.abstractRumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerjanya. Kasus yang sering terjadi adalah tertusuk jarum, terkilir, sakit pinggang, dan penyakit infeksi lainnya. Rumah Sakit Permata Bunda terdapat beberapa kasus kecelakaan kerja pada perawat seperti HNP (Hernia Nukleus Pulposus), tertusuk jarum, tergores tutup ampul dan terpeleset yang di survei pada saat awal tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengawasan, prosedur kerja, dan kondisi fisik dengan terjadinya kecelakaan kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Permata Bunda Medan. Analisis data dengan uji chi square. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 96 perawat pelaksana. Hasil penelitian ini menunjukkan sebesar 17,7% perawat mengalami kecelakaan kerja yang terdiri dari HNP (14,6%), tertusuk jarum (15,6%) dan tepeleset (10,4%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapati bahwa dari ke tiga variable yaitu pengawasan (p=0,000), prosedur kerja (p=0,005) dan kondisi fisik (p=0,000) memeliki hubungan yang signifikan dengan kecelakaan kerja perawat. Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit Permata Bunda untuk meningkatkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja pada perawat melalui pelatihan-pelatihan mengenai bahaya kerja perawat dan keselamatan dan kesehatan kerja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectMonitoringen_US
dc.subjectWork Procedureen_US
dc.subjectOccupational Accidenten_US
dc.titleHubungan Antara Pengawasan, Prosedur Kerja dan Kondisi Fisik dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Permata Bunda Medan Tahun 2017en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record