Show simple item record

dc.contributor.advisorHasan, Wirsal
dc.contributor.advisorTarigan, Lina
dc.contributor.authorLubis, Dwiana Kartika Putri
dc.date.accessioned2018-03-09T03:24:36Z
dc.date.available2018-03-09T03:24:36Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/798
dc.description147032173en_US
dc.description.abstractThe work environment is a very important factor for the increase in labor productivity. The village Suka Maju Binjai is a production center which faces permasalahn know about the level of productivity associated with work climate. This study aimed to analyze the relationship between job climate with labor productivity at a factory in the village Suka Maju Binjai West. Subject of the study conducted on 40 people working out a yellow wrapper in the village Suma forward as a sample. Data is collected using a questionnaire and statistically analyzed using multiple regression test at α = 5%. The results showed mean of workplace climate air by temperature is 29,770C, 62.5% aged ≤ 32 years, respectively 50.0% gender male and female, 70.0% have a service life of ≤ 3 year. Productivity of respondents were able to wrap up the yellow <2841 packs / day as much as 55.0%. Conclusions Statistical analysis of the work climate, age, gender and years of service showed a significant correlation with the productivity of the yellow wrapper. Jenbis variable sex is the most dominant factor related to productivity (OR = 171.006). The suggested to government oversight and guidance for the manufacturing industry out of yellow. The factory owner provides a place or a room suitable work, personal protective equipment and setting work hours. Workers are expected to adjust the air temperature as well as understand the potential dangers of working.en_US
dc.description.abstractLingkungan kerja merupakan faktor yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas tenaga kerja. Desa Suka Maju Binjai merupakan sentra produksi tahu yang menghadapi permasalahn tentang tingkat produktivitas terkait dengan iklim kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan iklim kerja dengan produktivitas tenaga kerja di pabrik tahu di Desa Suka Maju Binjai Barat. Subjek penelitian dilakukan terhadap 40 orang pekerja pembungkus tahu kuning di Desa Suma Maju sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik mengunakan uji regresi berganda pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata iklim kerja dengan suhu udara 29,770C, sebanyak 62,5% berumur ≤ 32 tahun, masing-masing 50,0% jenis kelamin laki-laki dan perempuan, 70,0% mempunyai masa kerja ≤ 3 tahun. Produktivitas responden yang mampu membungkus tahu kuning < 2841 bungkus/hari sebanyak 55,0%. Kesimpulan analisis statistik iklim kerja, umur, jenis kelamin dan masa kerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan produktivitas pembungkus tahu kuning. Variabel jenbis kelamin merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan produktivitas (OR = 171,006). Disarankan kepada pemerintah melakukan pengawasan dan pembinaan bagi industri pembuat tahu kuning. Pemilik pabrik menyediakan tempat atau ruangan kerja yang sesuai, alat pelindung diri dan pengaturan jam kerja. Pekerja diharapkan menyesuaikan dengan suhu udara serta memahami potensi bahaya kerja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectClimate Worken_US
dc.subjectEmploymenten_US
dc.subjectProductivityen_US
dc.titleHubungan Iklim Kerja Dengan Produktivitas Tenaga Kerja Pembuat Tahu Kuning di Jalan Mj. Sutoyo LK. VI Desa Suka Maju Kecamatan Binjai Barat Tahun 2016en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record