Show simple item record

dc.contributor.advisorPutra, Imam Budi
dc.contributor.advisorGinting, Oratna
dc.contributor.authorDamanik, Vira Indhiratamin
dc.date.accessioned2018-11-14T03:02:15Z
dc.date.available2018-11-14T03:02:15Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8303
dc.description137041135en_US
dc.description.abstractLatar belakang: Keloid adalah tumor jaringan fibrosapadat yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara deposisi dan degradasi komponen matriks ekstraseluler terutama kolagen. Vitamin D diketahui memiliki peran menguntungkan dalam memperlambat perkembangan fibrosis jaringan dan terbukti memainkan peran penting dalam sintesis dan degradasi kolagen serta berperan sebagai mediator antiinflamasi. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar 25-hidroksivitamin D serum pada pasien keloid dengan kontrol. Subjek dan metode: Penelitian ini merupakan suatu studi analitik dengan rancangan potong lintang yang melibatkan 60 subjek penelitian yang terdiri dari 30 pasien keloid dan 30 kontrol sehat. Pasien keloid didiagnosis melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis, kemudian terhadap pasien keloid dan kontrol dilakukan pengambilan darah dan dilakukan pengukuran kadar 25-hidroksivitamin D serum. Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komisi Etika Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/RSUP. H. Adam Malik Medan. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan kadar rerata 25-hidroksivitamin D serum pada pasien keloid (16,92  5,96 ng/mL) lebih rendah dibandingkan dengan kontrol (23,57  6,72 ng/mL) yang bermakna secara statistik (p=0,0001) Kesimpulan: Kadar 25-hidroksivitamin D serum pasien keloid lebih rendah secara bermakna dibandingkan dengan kontrol, kadar 25-hidroksivitamin D serum pasien keloid lebih tinggi pada laki-laki, pada kelompok usia 31-35 tahun, pada kelompok yang telah mengalami keloid 6-10 tahun dan pada kelompok yang memiliki riwayat keluarga dengan keloid.en_US
dc.description.abstractBackground: Keloid are solid fibrous tissue tumors that occur due to an imbalance between deposition and degradation of extracellular matrix components, especially collagen. Vitamin D is known to have a beneficial role in slowing the progression of tissue fibrosis and proven to play an important role in the synthesis and degradation of collagen and acts as an anti-inflammatory mediator. Objective: To determine the difference between serum 25-hydroxyvitamin D level in keloid patients and controls. Subject and method: This is a cross-sectional analytic study involving 60 subjects consist of 30 keloid patients and 30 controls. Keloid patients were diagnosed by history and clinical examinations, and we conducted blood sampling and measurement of serum 25-hydroxyvitamin D level to the patients and controls. This study has been approved by the Health Research Ethics Commission of the Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara/H. Adam Malik General Hospital Medan. Results: The mean of serum 25-hydroxyvitamin D level in keloid patients (16,92  5,96 ng/mL) was significantly lower than controls (23,57  6,72 ng/mL), p=0,0001 Conclusion: Serum 25-hydroxyvitamin D level in keloid patients was significantly lower than controls, serum 25-hydroxyvitamin D level in keloid patients was higher in male group, aged 31-35 years group, duration of the disease between 6-10 years group and positive family history.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKeloiden_US
dc.subject25-Hidroksivitamin D Serumen_US
dc.titleAnalisis Kadar 25-Hidroksivitamin D Serum pada Pasien Keloiden_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record