Show simple item record

dc.contributor.advisorTanjung, Masitta
dc.contributor.authorRangkuti, Putri Maura
dc.date.accessioned2018-11-21T02:29:05Z
dc.date.available2018-11-21T02:29:05Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8438
dc.description140805045en_US
dc.description.abstractParasitic infection is one of the factors that could hinder the successful of rabbit cultivation. Research on the types and prevalence of gastrointestinal parasites of farm rabbits in Brastagi, Karo district, North Sumatra, has been conducted from December 2017 until March 2018. The purposes of this study were to determine the types, prevalence and intensity of parasites. The sample used in this study were 20 grams of fresh feces from 15 young rabbits (age 0-3 months) and 25 adult rabbits (ages > 3 months). The examination of samples carried out in the laboratory of Parasitology, Balai Veteriner Medan, North Sumatra, using floatation method. The results showed that in young rabbit found 3 species of paracites i.e Eimeria sp. with a prevalence value of 40% (common) and intensity value of 3,966 (parasite super infection); Strongyloides sp. with a prevalence value of 20% (often) and intensity value of 233 (very intense infection); Passalurus sp. with the prevalence value of 13.33% (often) and intensity value of 450 (very intense infection) whereas in adult rabbit found only 1 type of parasite i.e Eimeria sp., with the prevalence value of 12% (often) and intensity value of 900 (very intense infection).en_US
dc.description.abstractInfeksi parasit merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat keberhasilan budidaya kelinci. Penelitian tentang jenis dan prevalensi parasit gastrointestinal kelinci di peternakan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara telah dilaksanakan pada bulan Desember 2017 hingga Maret 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas serangan parasit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah feses segar dari kelinci muda (usia 0-3 bulan) sebanyak 15 ekor dan kelinci dewasa (usia > 3 bulan) sebanyak 25 ekor. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Parasitologi, Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara dengan metode apung (floatation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelinci muda ditemukan 3 jenis parasit yaitu Eimeria sp. dengan prevalensi 40% (common) serta intensitas serangan 3.966 (super infeksi parasit); Strongyloides sp. dengan prevalensi 20% (often) serta intensitas serangan 233 (parasit sangat berat); dan Passalurus sp. dengan prevalensi 13,33% (often) serta intensitas serangan 450 (parasit sangat berat); sedangkan pada kelinci dewasa hanya ditemukan 1 jenis parasit yaitu Eimeria sp. dengan prevalensi sebesar 12% (often) dan intensitas serangan sebesar 900 (parasit sangat berat).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectFecesen_US
dc.subjectFloatation Methoden_US
dc.subjectParasitesen_US
dc.subjectRabbiten_US
dc.titleJenis dan Prevalensi Parasit Gastrointestinal Kelinci di Peternakan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utaraen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record