Show simple item record

dc.contributor.advisorHarahap, Agus Salim
dc.contributor.authorAlhameiddhi, Muhammad Fassindi
dc.date.accessioned2018-11-28T04:15:13Z
dc.date.available2018-11-28T04:15:13Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttps://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8614
dc.description160823027en_US
dc.description.abstractFuzzy method is a method used to solve the problem where the description of activity, research and assessment is subjective, uncertain and inaccurate. The method used in this research is servqual approach combined by fuzzy theory so that the measurement of perception and expectation from customer can be measured appropriately. Based on the value of gap every attribute need to be prioritized by the hospital for improvement is facilities that support hospital sevices that gets the highest gap value is -7,27. While the lowest gap is neatness and cleanliness of the appearance of doctors and nurses by a value of -2,41. Shows that neatness and cleanliness of the appearance of doctors and nurses is an attribute that patients better than other attributes. Based on the gap value of each dimension, the dimension isthe hospital needs to prioritize for improvement is the tangibles dimension that obtains the highest gap of -5,1. While the lowest gap is the reliability dimension by a value of -2,33. It shows that patient’s assessmentof reliability dimension is better than other attributes.en_US
dc.description.abstractMetode fuzzy merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dimana deskripsi aktivitas, penelitian dan penilaian bersifat subjektif, tidak pasti dan tidak tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan servqual yang dikombinasikan dengan teori fuzzy agar pengukuran persepsi dan harapan dari pelanggan dapat diukur dengan tepat. Berdasarkan nilai gap per atribut yang perlu di prioritaskan oleh pihak rumah sakit untuk dilakukan perbaikan adalah fasilitas yang mendukung pelayanan rumah sakit yang memperoleh nilai gap tertinggi yaitu -7,27. Sedangkan gap terendah adalah kerapian dan kebersihan penampilan dokter dan perawat dengan nilai gap -2,41. Menunjukkan bahwa kerapian dan kebersihan penampilan dokter dan perawat merupakan atribut yang dinilai pasien lebih baik dari atribut-atribut yang lainnya. Berdasarkan nilai gap per dimensi, dimensi yang perlu prioritaskan oleh pihak rumah sakit untuk dilakukan perbaikan adalah dimensi tangibles (bukti langsung) yang memperoleh gap tertinggi yaitu -5,1. Sedangkan gap terendah adalah reliability (kehandalan) dengan nilai gap -2,33. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pasien terhadap dimensi reliability (kehandalan) lebih baik dari dimensi lainnya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectFuzzyen_US
dc.subjectService Qualityen_US
dc.subjectGapen_US
dc.titleAnalisis Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Layanan Rumah Sakit Umum Natama Kota Tebing Tinggi Menggunakan Metode Fuzzy Servqualen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record