Pengaruh Larutan CQDs Ekstrak Lerak (Sapindus Lerak DC) 4% sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar yang Diaktivasi dengan Photodynamic Therapy terhadap Adhesi dan Pembentukan Biofilm Enterococcus Faecalis (Penelitian in Vitro)
The Effect of 4% CQDs Solution of Soapberry Extract (Sapindus Lerak DC) as Root Canal Irrigation Material Activated by Photodynamic Therapy on Adhesion and Biofilm Formation of Enterococcus Faecalis (in Vitro Study)
Abstract
Latar Belakang: Infeksi saluran akar gigi oleh Enterococus faecalis merupakan
salah satu tantangan utama dalam endodontik, karena kemampuannya membentuk
biofilm dan bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Bahan
irigasi konvensional seperti NaOCl dan EDTA sering kali tidak cukup efektif dalam
menembus dan menghancurkan struktur biofilm. Oleh karena itu, penggunaan bahan
alami seperti Carbon Quantum Dots (CQDs) dari ekstrak buah lerak (Sapindus rarak
DC), baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan Photodynamic Therapy
(PDT) dan agen kimia lainnya, menjadi pendekatan potensial yang inovatif dan
ramah lingkungan. Tujuan: Menilai efektivitas CQDs ekstrak lerak dalam
menghambat adhesi dan pembentukan biofilm Enterococus faecalis pada saluran akar
gigi, baik sebagai bahan tunggal maupun dalam kombinasi dengan NaOCl dan PDT.
Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan model saluran akar
buatan. Enam kelompok perlakuan dibandingkan: CQDs + PDT, CQDs + NaOCl,
NaOCl + EDTA, NaOCl + EDTA + PDT, CQDs + NaOCl + PDT, dan CQDs saja.
Pertumbuhan bakteri dinilai menggunakan densitas optik (OD) pada 620 nm, dan
pembentukan biofilm menggunakan kristal violet 1% dengan pembacaan OD pada
590 nm, pada interval waktu 24, 48, dan 72 jam. Data dianalisis menggunakan uji
Kruskal-Wallis dan Spearman’s rho. Hasil: Kelompok CQDs + PDT menunjukkan
hasil paling efektif dalam menekan baik adhesi maupun pembentukan biofilm
Enterococus faecalis secara konsisten pada seluruh waktu inkubasi (OD 620 nm:
0.045–0.043; OD 590 nm: 0.046–0.044; 3–5% dan 9–10% masing-masing).
Kelompok CQDs + NaOCl juga efektif (pertumbuhan: 3–4%, biofilm: 9–10%),
meskipun sedikit di bawah CQDs + PDT. Kombinasi CQDs + NaOCl + PDT
memberikan hasil stabil dengan pertumbuhan dan biofilm pada kisaran 11–16% dan
19–20%. Sebaliknya, kelompok NaOCl + EDTA dan NaOCl + EDTA + PDT
menunjukkan efektivitas yang lebih rendah dengan pertumbuhan mencapai 34% dan
pembentukan biofilm hingga 28%, serta tampak fluktuatif. Sementara CQDs saja
memiliki efek antibakteri dan antibiofilm alami, namun masih terbatas (pertumbuhan:
26–28%; biofilm: 18–20%) tanpa tambahan PDT atau NaOCl. Uji korelasi Spearman
menunjukkan hubungan yang signifikan antara pertumbuhan dan pembentukan
biofilm (r = 0.651; p = 0.000), serta dengan jenis kelompok perlakuan. Namun, tidak
ditemukan pengaruh yang signifikan dari waktu inkubasi 24, 48, hingga 72 jam
terhadap perubahan pertumbuhan atau biofilm (p > 0.05), menunjukkan bahwa bahan
uji telah bekerja efektif sejak 24 jam pertama. Kesimpulan: Kombinasi CQDs
ekstrak lerak dengan Photodynamic Therapy (PDT) terbukti paling efektif dan
konsisten dalam menekan adhesi dan pembentukan biofilm Enterococus faecalis
dalam model saluran akar gigi. Formulasi ini memiliki potensi tinggi sebagai
alternatif bahan irigasi endodontik yang lebih efisien dan ramah lingkungan
dibandingkan protokol konvensional.
Collections
- Master Theses [71]
