| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kekasaran permukaan bahan restoratif gigi seperti resin komposit berperan penting dalam meningkatkan retensi plak dan risiko pembentukan biofilm, terutama pasca perawatan saluran akar. Serbuk cangkang kerang darah (CKD) merupakan bahan alami kaya kalsium karbonat yang berpotensi digunakan sebagai bahan polishing alternatif yang abrasif sekaligus antibakteri. Tujuan: Menilai efektivitas CKD dalam menurunkan kekasaran permukaan dan menghambat pembentukan biofilm Streptococcus mutans, dibandingkan dengan pasta polishing komersil dan tanpa polishing. Metode: Penelitian eksperimental ini melibatkan 27 disk resin komposit yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan: CKD, komersil, dan non-pasta. Setiap kelompok diinkubasi dengan S. mutans selama 24, 48, dan 72 jam. Pengukuran kekasaran dilakukan dengan atomic force microscope, dan massa biofilm diukur melalui pewarnaan kristal violet. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan korelasi Spearman. Hasil: Kelompok CKD menunjukkan kekasaran terendah secara konsisten (Ra ± 0,22 µm), serta pembentukan biofilm paling rendah sepanjang waktu inkubasi (72 jam: 0,043±0,001). Terdapat korelasi positif signifikan antara kekasaran permukaan dan kelompok (r = 0.694; p = 0.000), serta antara waktu inkubasi dan jumlah biofilm (r = 0.603; p = 0.001). Hasil GC-MS menunjukkan keberadaan senyawa aktif seperti hexadecanoic acid, methyl ester dan 1-dodecanol, 2-hexyl- yang mendukung efek antibiofilm. Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi –OH, C=O, dan CO₃²⁻ yang relevan terhadap fungsi abrasif dan bioaktif CKD. Kesimpulan: CKD terbukti efektif sebagai bahan polishing yang menurunkan kekasaran permukaan resin dan menghambat pembentukan biofilm, serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan restoratif klinis pasca-endodontik yang ramah lingkungan dan ekonomis. | en_US |