Pengembangan Model Revenue Sharing Rantai Pasok Karet
Development of A Rubber Supply Chain Revenue Sharing Model
Date
2025Author
Marwan, Marwan
Advisor(s)
Sembiring, Meilita Tryana
Napitupulu, Humala Lodewijk
Ginting, Rosnani
Metadata
Show full item recordAbstract
Fluktuasi harga global, ketidakpastian pasokan, serta ketimpangan pendapatan antar pelaku menjadi tantangan utama dalam rantai pasok karet di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Adaptive Revenue Sharing yang mampu mendistribusikan pendapatan secara adil dan adaptif di antara aktor rantai pasok yaitu petani, pengepul, pabrik, dan eksportir dengan mempertimbangkan dinamika kualitas bahan baku (Q), harga jual (H), efisiensi transportasi (T), dan risiko pasar (R). Model dikembangkan melalui pendekatan system dynamics dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot pengaruh masing-masing parameter. Validasi dilakukan melalui tiga tahap: face validity, sensitivity analysis, dan scenario simulation.
Hasil face validity menunjukkan bahwa struktur model dan hubungan antarvariabel telah sesuai dengan kondisi empiris sektor pertanian karet. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan ±10% pada variabel kualitas (Q) menyebabkan perubahan proporsi pendapatan hingga ±6%, sedangkan risiko (R) memberikan dampak sekitar ±3%. Simulasi tiga skenario (normal, penurunan harga global, dan gangguan logistik) menunjukkan bahwa model mampu menjaga pendapatan petani di atas ambang batas kesejahteraan serta menjaga stabilitas distribusi pada seluruh aktor.
Dengan demikian, Model Adaptive Revenue Sharing terbukti adaptif, responsif terhadap perubahan kondisi pasar, serta mampu mendukung keadilan ekonomi dalam rantai pasok pertanian. Model ini berpotensi menjadi dasar kebijakan pembagian hasil yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan pada sektor komoditas ekspor strategis di Indonesia.
